SAMARINDA – Dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Samarinda jalankan program pertanian dan perkebunan secara mandiri oleh warga binaan.
Hal tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sekaligus bertujuan untuk mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke komunitas sosial dengan mengantongi skill yang mumpuni.
Kepala Lapas Narkotika Samarinda, Theo Adrianus Purba, menjelaskan program yang dijalankan merupakan bentuk bekal keterampilan untuk warga binaan agar dapat kembali ke tatanan sosial.
“Program yang dijalankan tidak hanya fokus di pertanian tetapi kami mengembangkan peternakan,” ujarnya.
Pihak Lapas sendiri telah menggarap lahan seluas 3.000 meter persegi untuk menjalankan program tersebut. Pemanfaatan lahan digunakan untuk penanaman berbagai komoditas, seperti cabai merah, seledri, pakcoi, terong, tomat, dan kangkung.
“Hasil panen akan dikonsumsi oleh warga binaan, sebagian kita jual kepada pegawai dan masyarakat sekitar,” paparnya.
Selain itu, pihaknya mengembangkan pertanian modern dengan sistem yang telah terintegrasi, sehingga memungkinkan penyiraman dan penumpukan otomatis dengan menggunakan media tanam sabut kepala.
“Kami telah menjalankan program dengan sedikit terobosan seperti Sarana Asimilasi Edukasi atau Hidroponik dan Nursery,” ucapnya.
Selain itu, warga binaan melakukan peternakan seperti budidaya ikan lele, ayam, hingga madu dari lebah kelulut.
“Kontribusi ketahanan pangan sangat bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan warga binaan. Bahkan contohnya kangkung, kami gunakan untuk dipasok ke penjual lele di sekitar Bayur hingga Sempaja,” ungkapnya.
Dengan kondisi yang bersinggungan langsung dengan hutan, ia mengakui kesulitan dalam menghadapi tantangan baik dari serangan hama maupun tingkat keasaman tanah. Namun, Lapas Narkotika Samarinda berkomitmen untuk terus menjalankan program dan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Pewarta: Hadi Winata
Editor: Yahya Yabo