SAMARINDA – Secara bertahap Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim akan melaksanakan program-program yang pernah dijanjikan pada masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada). Janji kampanye besutan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji diperkirakan bisa terealisasi dan dirasakan langsung oleh masyarakat setelah 100 hari kerja.
Realisasi janji kampanye akan diprioritaskan pada beberapa program, mulai dari pendidikan gratis jenjang SMA dan kuliah strata 1 (S1) hingga strata 3 (S3), pelayanan kesehatan gratis, serta insentif dan umrah gratis terhadap pengurus ataupun imam di masing-masing tempat ibadah.
“Sesuai dengan komitmen kita, janji kampanye akan kita godok terus agar bisa terealisasi,” ujar Rudy Mas’ud saat ditemui di Masjid Islamic Center, Samarinda.
Ia menyampaikan pihaknya telah melakukan koordinasi terutama pada program ‘Gratispol’ pendidikan dan kesehatan. Terlebih, pihaknya tengah membahas sertifikasi pengurus-pengurus rumah ibadah.
“Kami sudah berakselerasi untuk pelaksanaan pemerintahan, berdasarkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” tambahnya.
Selain itu, Rudy menegaskan efisiensi anggaran tidak akan berdampak pada program prioritas utama. Pihaknya akan melakukan efisiensi dalam hal kegiatan seremonial dan perjalanan dinas.
“Kami tetap melaksanakan efisiensi dan perjalanan dinas yang sifatnya tidak urgen,” ungkapnya.
Untuk besaran efisiensi, ia mengatakan akan memangkas anggaran kegiatan seremonial dan perjalanan dinas minimal sebesar 70 persen. Tujuannya agar pemerintah dapat produktif dengan menekan anggaran yang dinilai tidak berdampak signifikan dan tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita akan berfokus kepada bagaimana kita bisa produktif, efektif, dan efisien untuk Kaltim emas ke depan,” pungkasnya.
Hingga saat ini, program pelayanan kesehatan masih dalam proses penyusunan anggaran dan skema antara Dinas Kesehatan Kaltim dan BPJS Kesehatan. Sedangkan program pendidikan gratis tengah memasuki tahap pendaftaran dan verifikasi penerima manfaat dari laporan yang diajukan sekolah.
Terakhir, pemberian insentif dan umrah bagi pengurus tempat ibadah, pihaknya telah melakukan proses sertifikasi yang bertujuan agar penerima merupakan benar seorang pengurus atau imam dari tempat ibadah.
Pewarta: Hadi Winata
Editor: Yahya Yabo