SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah melakukan pendataan guru PAUD, SD, dan SMP yang akan menerima insentif sebagai bagian dari program prioritas peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Proses pendataan ini dilakukan untuk memastikan pemberian insentif tepat sasaran, mengingat kewenangan pengelolaan guru-guru tersebut berada di tingkat kabupaten dan kota.
“Kami ingin mendapatkan data lengkap terlebih dahulu, agar tidak terjadi ketimpangan. Misalnya, di Kutai Timur insentif guru sudah mencapai hampir Rp 3 juta, sementara di Samarinda masih Rp750 ribu. Dengan data yang akurat, kami bisa menyesuaikan agar kesejahteraan guru di seluruh provinsi lebih merata,” ujar Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat ditemui Media Kaltim di ruang kerjanya, Selasa (4/3/2025).
Mekanisme penyaluran insentif nantinya akan dilakukan langsung ke rekening guru penerima tanpa melalui kas daerah.
Terkait besaran peningkatan insentif, pemerintah masih melakukan analisis melalui tim percepatan sehingga persentase kenaikan masih dalam kajian lebih lanjut.
Dengan adanya program ini, diharapkan kesejahteraan guru di Kalimantan Timur semakin meningkat sehingga dapat mendukung kualitas pendidikan di daerah tersebut.
“Kami belum bisa memastikan berapa besar peningkatannya, karena masih dalam tahap analisa. Namun, prinsipnya adalah memastikan agar semua guru mendapatkan haknya secara adil dan merata,” tambahnya.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo