spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Aksi Massa di DPRD Balikpapan, GMNI PPU Suarakan Pembebasan Aktivis Aksi Indonesia Gelap

PPU – Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Penajam Paser Utara (PPU) mengecam penangkapan enam aktivis “Indonesia Gelap” yang menggelar aksi unjuk rasa di depan DPRD Balikpapan pada 21 Februari 2025.
Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut efisiensi anggaran serta perbaikan berbagai permasalahan sektoral di Balikpapan. Namun, para aktivis justru ditangkap aparat saat menunggu kehadiran Ketua DPRD yang tidak kunjung menemui mereka.
Wakil Ketua Bidang Kesarinahan GMNI PPU, Dini, menilai tindakan represif terhadap demonstran menunjukkan masih rentannya demokrasi terhadap pembungkaman suara kritis.
“Alih-alih mendengarkan aspirasi rakyat, mereka justru memilih jalan penangkapan yang menakut-nakuti,” ujarnya.

Dalam pernyataan resminya, GMNI PPU menyerukan kepada masyarakat untuk bersolidaritas mendesak pembebasan enam aktivis tersebut tanpa syarat. Mereka menegaskan demokrasi harus mampu menanggapi kritik secara bijaksana dan bukan dengan tindakan represif.

“GMNI PPU meminta Polresta Balikpapan segera membebaskan para demonstran dan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat harus tetap dijaga,” pungkasnya.

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

INFO GRAFIS