PPU – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diprediksikan akan penuh dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Kalimantan, Fitri Harwati, menanggapi hal tersebut saat Aksi Bersih Laut di Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).
“Kalau bicara anggaran hal tersebut bukanlah hambatan, keterbatasan tersebut harus mendorong kita lebih kreatif,” ungkapnya, Minggu (23/03/2025).
Ia mengatakan salah satu langkah alternatifnya dapat melalui langkah terkecil yaitu melakukan edukasi. Menurutnya, harus lebih melibatkan anak-anak untuk generasi selanjutnya.
“Kalau TPA hampir penuh ya kita harus tarik dari hulunya yaitu pembentukan bank sampah, itu harus digalakkan. Pemilahan sampah merupakan kewajiban,” terangnya.
Terkait dengan peringatan HPSN 2025, Fitri mengatakan kesadaran akan ‘Sampahku Adalah Tanggung Jawabku’ harus terus disebarluaskan. Sehingga semua orang harus terlibat dan bertanggung jawab.
“Kalau TPS3R harus ada di setiap kecamatan harus minimal punya satu, dan bank sampah harus ada di setiap kelurahan dan RW,” tambahnya.
Disinggung terkait penanggulangan sampah laut, Fitri memahami sampah yang berasal dari laut bukan hanya permasalahan di Kabupaten PPU. Sehingga menurutnya perlu menarik dari hulu untuk mengolah sampah dari daratan.
“Memang perlu memerhatikan arah angin barat atau selatan, maka nanti harus kolaborasi untuk meminimalisir mengendalikan sampah dari daratan terlebih garis pantainya cukup panjang,” ungkapnya.
Pewarta: Nelly Agustina
Editor: Yahya Yabo