spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DP2KB Kukar Maksimalkan Program Kesehatan Keluarga, Tekan Angka Stunting

TENGGARONG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercepat realisasi program prioritas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menekan angka stunting di daerah. Dengan berbagai strategi intervensi, angka stunting di Kukar kini berhasil turun hingga 14,8 persen, melampaui target nasional sebesar 17 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP2KB Kukar, Dafip Haryanto, mengungkapkan keberhasilan ini merupakan hasil dari program berkelanjutan yang melibatkan berbagai sektor, termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Kami terus melakukan upaya terintegrasi dalam pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas keluarga. Salah satu prioritas utama kami adalah percepatan penanganan stunting yang saat ini menunjukkan tren penurunan signifikan,” ujar Dafip, Kamis (6/3/2025).

Keberhasilan Kukar dalam menekan angka stunting tidak terlepas dari program-program unggulan yang telah dijalankan, seperti pemberian makanan tambahan bergizi, edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui, serta pendampingan intensif kepada keluarga berisiko stunting.

Selain itu, DP2KB memperkuat sinergi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan pihak desa untuk memastikan setiap intervensi tepat sasaran. Program Bapak Asuh Anak Stunting yang melibatkan berbagai elemen masyarakat turut membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak-anak di Kukar.

“Kami tidak hanya fokus pada perbaikan gizi tetapi memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh dan kesehatan anak yang baik. Dengan pendekatan ini, kami ingin memastikan pencegahan stunting dilakukan sejak dini,” tambah Dafip.

Dengan pencapaian ini, DP2KB Kukar semakin optimistis dalam mencapai target pembangunan keluarga yang lebih sehat dan berkualitas. Menjelang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, pemerintah daerah terus memacu langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Pencegahan stunting merupakan bagian dari investasi masa depan. Dengan generasi yang lebih sehat dan cerdas, Kukar dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (adv)

Pewarta: Ady
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

INFO GRAFIS