BONTANG – Permasalahan yang melibatkan developer Perumahan Surya Indah di Jalan Cumi-cumi 2A, Kelurahan Tanjung Laut Indah dengan para pembeli rumah hingga kini masih berlanjut.
Terbaru, mediasi dilakukan di rumah salah satu warga di perumahan tersebut, Senin (17/02/2025).
Kepala Seksi Pemerintahan, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Hendra Parial, mengungkapkan pihaknya terus berupaya memfasilitasi penyelesaian masalah ini, meski tanggung jawab utama ada pada developer dan pembeli rumah itu sendiri.
“Pengembang dan pihak BRI yang menyediakan fasilitas KPR turut hadir,” katanya, Rabu (19/02/2025).
Salah satu isu utama yang dibahas dalam mediasi yakni pembangunan jalan di area perumahan tersebut. Warga mengajukan permohonan pembangunan jalan umum, namun proyek tersebut terkendala karena status lahan yang masih dimiliki pengembang.
Hendra menambahkan jalan sepanjang 150 meter yang terhubung langsung dengan gerbang perumahan dapat dimasukkan sebagai fasilitas umum, namun tanpa adanya surat hibah dari pengembang kepada pihak Perkim, proses tersebut terhambat.
Mediasi yang digelar membuka berbagai keluhan dari warga antara lain:
1. Status Sertifikat Tanah: Banyak pembeli rumah yang masih bingung mengenai kejelasan status sertifikat tanah mereka baik yang membeli secara tunai maupun dengan KPR BRI.
2. Pembangunan Jalan Umum: Warga mengeluhkan hingga hampir enam tahun sejak pembangunan di akhir 2019, pembangunan jalan umum yang dijanjikan belum terwujud.
3. Parit dan Saluran Pembuangan: Warga mengeluhkan tidak adanya saluran pembuangan yang memadai, mengakibatkan genangan air di jalan dan tanah yang becek serta limbah rumah tangga yang mengganggu kenyamanan sekitar.
4. Pembangunan Turap: Beberapa rumah yang berada di bagian belakang perumahan membutuhkan turap untuk mencegah longsor, terutama saat musim hujan.
5. Penolakan Warga Sekitar: Warga yang berada di sekitar perumahan menolak menandatangani batas tanah sampai masalah saluran pembuangan limbah dapat diselesaikan.
Hingga kini, pemerintah kelurahan terus memantau perkembangan masalah ini, Hendra mengatakan seharusnya developer tidak membuat masalah ini berlarut. Karena berimbas pada rentetan masalah lain.
Pewarta: Syakurah
Editor: Yahya Yabo