spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Media Pilar Demokrasi, Syafruddin: Hentikan Teror ke Wartawan, Media Tetap Independen

SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Syafruddin, menyoroti pentingnya menjaga kebebasan pers di tengah berbagai ancaman yang dialami oleh wartawan. Ia menegaskan media massa merupakan salah satu pilar demokrasi yang harus dijaga dan dipelihara independennya.

Baru-baru ini TEMPO mendapatkan sederet teror maupun intimidasi. Mulai dari kiriman paket kepala babi tanpa telinga, bingkisan berisi enam tikus mati dengan kepala terpotong, hingga wartawan desk politik dan salah satu host siniar Bocor Alus Francisca Christy Rosana menjadi korban doksing.

“Kepada semua pihak, terutama mereka yang berusaha meneror media dan wartawan, hentikan semua itu. Mari kita bekerja sama dan bersinergi dengan media agar cita-cita rakyat bisa terwujud,” ujar Syafruddin saat diwawancarai awak media di kantor DPW partai PKB Kaltim, Selasa (25/3/2025).

Ketua DPW partai PKB Kaltim ini menegaskan tujuan utama adalah mewujudkan kehidupan rakyat yang adil, sejahtera, dan makmur. Menurutnya, peran media sangat strategis dalam mendukung upaya tersebut. Syafruddin pun menegaskan dukungannya terhadap kebebasan pers dan jurnalisme yang objektif.

Pernyataan Syafruddin ini menjadi bentuk komitmennya dalam melindungi kebebasan pers dan memastikan media tetap menjadi alat kontrol sosial yang objektif dan independen.

“Jangan takut, jangan khawatir. Saya sebagai anggota DPR RI mendukung wartawan dan media massa agar tetap independen. Katakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah,” tegasnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

INFO GRAFIS