TENGGARONG – Lonjakan harga bahan pokok kerap menjadi momok bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Untuk menekan inflasi dan memastikan kebutuhan pangan tetap terjangkau, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa wilayah.
Menurut Kepala Disketapang Kukar, Sutikno, GPM bukan sekadar program insidental, tetapi sudah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun. Bahkan, apabila situasi pasar tidak stabil, frekuensi program ini bisa ditingkatkan hingga empat kali dalam setahun guna menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan terjangkau. Melalui GPM, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran,” ujarnya.
Untuk memastikan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas, Disketapang Kukar tidak hanya menggelar GPM di pusat kota, tetapi menyasar kecamatan-kecamatan yang rentan mengalami kenaikan harga pangan. Saat ini, program ini rutin digelar di berbagai titik.
“Meski belum bisa menjangkau seluruh kecamatan, kami terus mengupayakan agar anggaran yang tersedia bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga GPM dapat menyentuh lebih banyak masyarakat,” tambah Sutikno.
Disketapang telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mempercepat distribusi bahan pangan murah ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Dengan kolaborasi ini, diharapkan akses terhadap pangan murah semakin luas dan merata di seluruh pelosok Kukar.
Komitmen Disketapang Kukar dalam menjaga kestabilan harga pangan tidak berhenti di situ. Apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga yang signifikan, pihaknya siap turun langsung dengan mengadakan GPM tambahan.
“Tahun ini, GPM pertama digelar di halaman parkir Masjid Agung Sultan Sulaiman. Kalau ke depan ada gejolak harga yang meresahkan masyarakat, kami siap bergerak cepat untuk menstabilkannya,” tegas Sutikno. (adv)
Pewarta: Ady
Editor: Yahya Yabo