spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rahman Dukung Rencana Pembangunan SPBN di Pesisir Selatan Berau

spot_img

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Rahman, memberikan dukungan penuh terhadap rencana investasi berupa pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di wilayah Pesisir Selatan.

Dirinya menilai keberadaan SPBN sangat penting untuk mendukung aktivitas nelayan dan pelaku usaha di kawasan tersebut.

“Dengan adanya SPBN, akses bahan bakar akan lebih mudah dan terjangkau, sehingga produktivitas nelayan bisa meningkat. Ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Rahman menekankan perlunya kerja sama erat antara pemerintah daerah dan instansi terkait untuk merealisasikan pembangunan SPBN ini. Ia berharap upaya tersebut dapat dipercepat, mengingat besarnya manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat lokal.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait sangat diperlukan agar pembangunan SPBN dapat segera terealisasi. Ini adalah langkah konkret untuk mendukung kebutuhan masyarakat nelayan di Pesisir Selatan,” jelas politisi PKS itu.

Rahman juga menyoroti potensi besar sektor perikanan di kawasan Pesisir Selatan, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama penghidupan masyarakat setempat.

Rahman yakin keberadaan SPBN akan memperlancar distribusi bahan bakar, mendukung operasional para nelayan, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

“Selain memperkuat sektor perikanan, SPBN ini juga diharapkan mendorong sektor pariwisata di wilayah pesisir. Ini dapat menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tambahnya.

Rahman berharap, dengan adanya SPBN, masyarakat pesisir dapat semakin mandiri dalam mengelola potensi lokal, serta menciptakan peluang usaha baru yang turut meningkatkan taraf hidup mereka.

“Keberadaan SPBN ini bukan hanya tentang bahan bakar, tapi juga tentang bagaimana kita menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Ril)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

INFO GRAFIS