spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Soroti Angka Inflasi Tinggi, Sakirman Ingin Pemkab Tekan Harga 9 Bahan Pokok Utama Masyarakat

spot_imgTANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Sakirman soroti tingginya inflasi di Kabupaten Berau. Pasalnya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Kabupaten Berau menempati peringkat pertama dengan inflasi tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur. Dengan inflasi sebesar 3,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,53.

Inflasi tersebut lebih besar dari Kalimantan Timur sebesar 3,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,02.

Sakirman menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan inflasi di suatu daerah. Seperti permintaan barang dan jasa yang tinggi, peredaran uang meningkat, peningkatan harga komoditas dan sebagainya.

“Dari segi distribusi juga bisa mempengaruhi kenaikan inflasi. Apakah biaya transportasi dari pengiriman bahan pokok,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk mencari solusi agar angka inflasi bisa ditekan. Seperti melakukan sidak kesejumlah tempat penyimpanan atau tempat jual beli bahan pokok untuk mencari informasi apa yang menyebabkan kenaikan inflasi yang cukup tinggi.

“Pemkab Berau harus mencari solusi untuk jangka pendek dan jangka panjang untuk tekan inflasi,” ucapnya.

Dijelaskannya, untuk solusi jangka pendeknya, Sakirman mengusulkan untuk mengadakan pasar murah di setiap kecamatan. Hal tersebut dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok yang saat ini harganya mengalami kenaikan.

Dirinya menginginkan untuk menekan angka dari sembilan bahan pokok yang menjadi utama bagi masyarakat. Sembilan bahan pokok tersebut adalah, Beras, Minyak goreng, Bawang merah dan bawang putih, Gula, Daging, Susu, Telur, Gas LPG, dan Garam.

“Kalau untuk solusi jangka panjangnya harus dipikirkan lebih matang oleh Pemkab Berau. Agar angka inflasi tersebut dapat ditekan,” pungkasnya. (Ril)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

INFO GRAFIS