SAMARINDA – Duka mendalam menyelimuti keluarga dan warga sekitar gang Bakti, Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda, setelah seorang anak berusia sembilan tahun, AM ditemukan meninggal dunia di Sungai Karang Mumus pada pukul 17.03 WITA. AM yang dilaporkan tenggelam sekitar pukul 14.30 WITA ditemukan tidak jauh dari lokasi awal korban menghilang.
Pencarian yang berlangsung selama tiga jam tersebut melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, Satpolairud, dan relawan kota Samarinda, serta warga sekitar.
Koordinator Pos SAR kota Samarinda, Riqi Effendi, menjelaskan timnya segera bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian.
“Terkait kondisi membahayakan manusia dengan satu orang anak usia sembilan tahun yang tenggelam di sungai Karang Mumus di sekitar gang Bakti, Jalan Lambung Mangkurat. Terkait laporan tersebut tim SAR gabungan dari beberapa unsur yang dari Samarinda melakukan pergerakan tindak respon cepat ke TKP hingga rekan-rekan tim yang siap melakukan asesmen melakukan pencarian yang sudah dilakukan pihak warga sekitar melakukan secara manual dengan membentangkan tali dengan menyelam secara manual,” ungkapnya
Upaya pencarian dilakukan secara intensif dari tim penyelam dari Basarnas dengan melakukan tiga kali penyelaman.
Selain itu, Sat Polairud dan relawan melakukan pemantauan di sepanjang tepi sungai dan menggunakan perahu untuk mengantisipasi korban terbawa arus.
“Namun pada tim yang turun tidak hanya warga maupun warga sekitar secara manual namun ada tim SAR gabungan tadi menurunkan dua penyelam, dari penyelam Basarnas melakukan penyelaman dan dari Sat Polairud. Unsur relawan kota Samarinda antisipasi terbawa arus jadi beberapa titik melakukan pemantauan dari tepi hingga menggunakan perahu. Kemudian pada pukul 17.03 WITA korban ditemukan di sekitar TKP dalam kondisi meninggal dunia di mana unsur SAR gabungan khususnya dari pihak warga yang melakukan penyelaman korban dan langsung evakuasi ke rumah duka,” jelasnya
AM ditemukan oleh salah seorang warga, Helmi dalam kondisi tertelungkup dan sudah tidak bernyawa.
“Helmi berteriak ‘Ketemu’ saat menemukan korban dan segera membawanya ke rumah duka. Suasana duka pun pecah saat jenazah AM tiba di rumah, dengan isak tangis histeris dari ibu dan keluarga korban. AM ditemukan mengenakan baju merah dan celana krem pendek,” katanya.
Dari pantauan Media Kaltim Network, terlihat orang tua korban dan keluarga histeris menangis. Korban ditemukan oleh Helmi di mana korban mengenakan baju yang dipakai saat pertama kali bermain di tepi sungai.
Riqi Effendi menambahkan selanjutnya pihak kepolisian akan melakukan identifikasi lebih lanjut terkait korban.
Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo