BONTANG – Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DPK3) Kota Bontang, Senin (3/3/2025) di halaman depan Kantor Kelurahan Loktuan.
Kepala Bidang ketahanan pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani, mengatakan kegiatan yang di gelar kali ini dinilai lebih ramai dari tempat-tempat sebelumnya. Pasalnya beberapa warga sudah mulai menunggu sejak pukul 07.00 WITA padahal kegiatan baru dimulai pukul 08.00 WITA.
“Antusias sekali, belum satu jam buka antrean sembako sudah hampir 400 nomor antrean, sekarang pakai antrean biar enggak ada yang dobel (berulang),” ujarnya.
Adapun distributor yang menjadi mitra sudah mulai kehabisan stok pada pukul 10.00 WITA. Terbanyak, stok dari sembako pihaknya tambahkan. Mereka turut membatasi untuk beras, gula, dan minyak masing-masing dua item.
Seperti telur yang awalnya 500 piring menjadi 600 piring, bawang merah dan bawang putih, tepung terigu pun ditambahkan stoknya. Penambahan stok agar seluruh pembeli mendapatkan barang kebutuhan pokok.
Selanjutnya, kata Debora, GPM akan kembali digelar menjelang Hari Raya Idulfitri. Pihaknya akan melakukan kegiatan tersebut di wilayah Bontang Selatan.
“Untuk tanggalnya antara tanggal 25 Maret atau 26 Maret, ditunggu saja kabarnya,” tambahnya.
Salah satu warga Loktuan, Hadida mengatakan sangat senang dengan adanya GPM ini, harga beras dan beberapa komoditas lainnya menjadi lebih murah. Ia pun membeli berbagai macam kebutuhan seperti beras, minyak, mie instan, kopi saset dan sebagainya.
“Senang sekali karena harga lebih murah,” katanya.
Meskipun sempat tertunda, Debora mengungkap hal itu dikarenakan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sempat berhenti produksi dikarenakan gudang yang berada di Kota Bontang terbatas.
Adapun harga bahan pokok sebagai berikut:
– Beras SPHP 5 kilogram Rp 52 ribu.
– Telur ayam sedang Rp 55 ribu per piring.
– Gula Pasir Rp 13 ribu per kilogram.
– Tepung Rp 8 ribu per kilogram.
– Minyak goreng Rp 13 ribu per liter.
– Bawang Merah dan Bawang Putih Rp 30 ribu per kilogram.
– Cabai Rp 33 ribu per setengah kilogram.
Pewarta: Syakurah
Editor: Yahya Yabo