spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Polres Bontang Amankan Pengetap BBM, Operator dan Pengawas SPBU

BONTANG – Polres Bontang mengadakan konferensi pers pada hari Senin (24/7/23) untuk membahas pengungkapan kasus penimbunan BBM jenis pertalite yang ternyata telah berlangsung selama satu tahun terakhir.

Hasil laporan dari banyak warga yang sering mengalami antrian panjang saat ingin mengisi pertalite di SPBU, serta kecurigaan adanya satu mobil yang sering kali bolak-balik ke SPBU untuk melakukan pengisian ulang, akhirnya membawa kasus ini terungkap.

Pelaku penimbunan BBM, SP (36), melakukan tindakannya di salah satu SPBU di Bontang, dengan membeli pertalite dalam jumlah 40 hingga 60 liter setiap kali transaksi.

“Pengisian tidak hanya dilakukan dengan menggunakan mobil, ia juga menggunakan jerigen sehingga total bisa 100 liter,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya.

Setelah dilakukan penyelidikan, didapati 2 operator SPBU dan satu pengawas juga dijadikan tersangka.

Dalam sekali pembelian operator mendapat upah Rp 5 ribu. Tapi dalam sehari bisa berkali-kali pengetap mondar-mandir.Sementara pengawas juga ikut ditangkap, karena ikut mengetahui dan bekerja sama dengan pengetap dan operator.

“kan seharusnya tiap plat nomor sudah d catat di mesin EDC dan masuk ke monitor pengawas,” tegasnya.

Mobil sang pengetap juga sudah di modifikasi sehingga memiliki dua tangki bensin, dan di tangki tersebut juga dipasangi keran. Didalam mobil tersebut juga terdapat 12 jerigen 5 liter yang sudah penuh terisi pertalite.

“Mereka di tahan mulai tanggal 18 Juli kemarin, dan kemungkinan akan 6 tahun penjara,” ucapnya.

Mereka ditahan di Mapolres Bontang. Dan dijerat pasal 40 angka 9 UU RI nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang atas perubahan ketentuan Pasal 55 UU RI nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.(Rm)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER