TENGGARONG – Dalam upaya memaksimalkan potensi pariwisata bahari, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar memberikan satu unit kapal wisata kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Pangempang di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak. Kapal wisata berkapasitas 10 orang ini diharapkan menjadi pendukung utama dalam pengelolaan paket wisata diving di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, mengatakan bahwa keberadaan kapal ini akan menjadi fasilitas strategis untuk meningkatkan daya tarik wisata bahari di Muara Badak. “Kapal ini kami harapkan dapat membantu pengembangan dan promosi wisata bahari, khususnya diving, di wilayah Muara Badak,” ujar Ridha.
Selain itu, Dispar Kukar juga menggandeng Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Perikanan yang didukung Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar. Kolaborasi ini mencakup penyediaan peralatan diving melalui kerja sama lintas sektor, yang diharapkan dapat mempercepat pengembangan wisata bahari.
“Dukungan ini menunjukkan komitmen kami untuk mendorong wisata diving di Muara Badak, mengingat potensi besar yang dimiliki kawasan ini, terutama keindahan terumbu karangnya,” tambah Ridha.
Muara Badak, yang dikenal dengan keindahan ekosistem pesisirnya, menawarkan beragam aktivitas wisata, mulai dari susur sungai hingga eksplorasi terumbu karang. Wisata diving menjadi salah satu unggulan yang diharapkan mampu menarik wisatawan dengan minat khusus.
“Diving memiliki daya tarik tersendiri. Keindahan bawah laut Muara Badak bisa menjadi magnet wisata baru di Kukar. Pokdarwis akan merancang paket wisatanya, sementara Dispar akan mendampingi pengembangannya,” jelas Ridha.
Dengan fasilitas kapal wisata ini, Dispar Kukar berharap Pokdarwis dapat segera menawarkan paket wisata yang terstruktur. Selain mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal, langkah ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung kepada warga.
“Tujuan utama kami adalah membantu masyarakat lokal mengelola potensi wisata secara mandiri, sehingga mampu menciptakan pemasukan yang berkelanjutan,” tutup Ridha. (Adv)





