Cerita Jhoni, Pelatih Cabor Dayung Berprestasi: Persiapkan Atlet Ikuti Kejuaraan Popda hingga Kejurnas

BONTANG – Sore hari, terlihat para pelajar berlatih cabang olahraga dayung di lautan Bontang Kuala, Bontang Utara. Mereka berlatih bersemangat. Ada pelatih yang memantau, Jhoni.

Jhoni sudah melatih cabor dayung sejak 2018. Ia juga atlet cabor dayung dari 2010 silam. Sekarang, ia melatih usia pelajar cabor dayung dalam setiap perlombaan dan mendampingi. Jhoni juga pernah mengikuti TC PON pada 2012 lalu.

Jhoni menceritakan mengenai cabor dayung di Kota Bontang yang semakin diminati para pelajar. Di Kota Bontang sendiri hanya ada tiga kategori yang dilatih yakni kano, kayak, dan perahu naga.

“Sebenarnya ada banyak kategori, cuman di Kota Bontang hanya ada tiga, karena masih kurang juga alat-alatnya,” katanya ditemui saat sedang melatih atlet dayung di pelataran Bontang Kuala.

Jhoni yang tergabung dalam cabor dayung di bawah KONI Bontang ini juga telah banyak melatih atlet-atlet pelajar yang akan dipersiapkan untuk mengikuti lomba seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kaltim yang direncanakan akan dilaksanakan di PPU tahun 2025.

Salah satu atlet pelajar yang dilatih oleh pelatih Jhoni di Bontang Kuala untuk persiapan Popda. (Media Kaltim/Yahya)

Ia menceritakan sejak tahun 2014 sebagai atlet dayung yang juga sembari melatih. “Atlet tahun 2014, juga melatih. Tapi sebelumnya memulai atlet dari 2010,” katanya.

Penjelasan mengenai persiapan untuk lomba yakni ia mempersiapkan fisik dan daya tahan tubuh hingga keseimbangan yang harus dijaga saat menaiki kayak, kano.

“Ada perbedaan latihan antara kano dan kayak dengan perahu naga. Kalau kano dan kayak harus menjaga keseimbangan saat menaiki kano dan kayak. Kalau perahu naga tinggal menyesuaikan duduk, tapi harus kuat juga daya tahan tubuh,” ungkapnya menceritakan pelatihan yang diterapkan ke pelajar atlet dayung.

Selama menjadi pelatih dari 2018, ia telah mendampingi dan melatih atlet untuk mengikuti Porprov 2018, kemudian berlanjut ke Tenggarong (Kukar) dan Berau.

“Saat ini persiapan untuk Popda bagi pelajar. Atlet yang dipersiapkan 15 putra dan 7 putri dengan jumlah 22 atlet putra-putri,” jelasnya.

Ada kategori-kategori yang dipersiapkan seperti kano 1, kano 2, kayak 1, kayak 4 dan perahu naga 12 orang. Dimana usia pelajar maksimal yakni 17 tahun atau pelajar kelahiran 2008.

Dari perlombaan Popda ini, nantinya akan diseleksi kembali untuk mengikuti kejuaraan Kejurnas pelajar cabor dayung. “Nantinya di Popda ini akan diseleksi terbaik untuk mengikuti perwakilan Kaltim untuk Kejurnas dengan yang diseleksi juara 1, 2 dan tiga,” katanya.

Prestasi yang pernah diraih selama menjadi pelatih yakni mendapatkan dua medali emas, empat medali perak dan tiga medali perunggu di Porprov Berau 2022.

“Cabor dayung yang paling tinggi di Berau dengan mendapatkan juara 1 dengan dua medali, juara 2 dengan empat medali dan juara 3 dengan tiga medali,” ungkapnya.

Ia menilai saat ini, cabor dayung juga memiliki hambatan dengan masih kurangnya peralatan dan fasilitas dayung. Ia mengatakan saat inilah pembibitan atlet muda untuk mempersiapkan di setiap lomba.

“Saat ini juga pembinaan usia-usia pelajar yang akan melanjutkan ke depannya. Hambatannya sendiri selama ini perlengkapan, kami kekurangan alat seperti kayak dan kano. Stakeholder terkaitlah yang harus menyediakan,” terangnya kepada Mediakaltim.com, Rabu (15/1/2025).

Cabor dayung sendiri memiliki 50 atlet lebih dari senior dan junior yang dipersiapkan untuk mengikuti lomba baik pelajar maupun umum.

“Saat ini saya di cabor dayung di bawah KONI sebagai pengurus dibidang prestasi dan pelatih,” katanya.

Selain itu, prestasi Popda yang pernah diraih yakni medali perunggu juara tiga di Popda sebelumnya.

“Terakhir itu dapat perunggu satu yang dikirim hanya dua atlet kategori kayak 1dan kano 1. Susah-susah juga sih melatih ini karena peminat cabornya,” ungkapnya.

Atlet yang saat ini dipersiapkan yakni untuk perlombaan Popda yang sama sekali baru mengikuti cabor dayung.

“Ini kami latih dari teknik-teknik dasarnya, karena untuk Popda 2025. Memang harus betul-betul niat untuk cabor dayung,” tutup Jhoni menceritakan pelatihan cabor dayung selama ini di Kota Bontang.

Penulis: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI