TENGGARONG – Profesi pemadam kebakaran semakin menarik perhatian anak-anak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar mencatat lonjakan kunjungan dari sekolah-sekolah dimulai dari PAUD, TK, hingga Sekolah Dasar (SD) yang ingin belajar langsung mengenai tugas dan peran petugas pemadam kebakaran.
Dalam dua bulan terakhir, hampir setiap hari markas Disdamkarmatan dipenuhi anak-anak yang penuh rasa ingin tahu.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani atau yang akrab disapa Afe, mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme generasi muda yang ingin mengenal dunia pemadam kebakaran lebih dekat.
“Kami sangat senang dan bangga karena setiap hari ada kunjungan dari sekolah. Anak-anak begitu antusias ingin mengetahui bagaimana cara kerja pemadam kebakaran dan apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran,” ujar Afe, Rabu (5/3/2025).
Saat berkunjung ke markas Disdamkarmatan, anak-anak tidak hanya sekadar melihat-lihat peralatan pemadam kebakaran, tetapi diajak melakukan simulasi pemadaman api dalam skala kecil. Mereka belajar cara menggunakan selang pemadam, mengenali alat-alat keselamatan, serta memahami langkah-langkah darurat apabila terjadi kebakaran.
Selain menerima kunjungan di markas, tim pemadam kebakaran aktif mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi langsung. Beberapa hari lalu, personel Disdamkarmatan melakukan simulasi kebakaran di salah satu SD di Tenggarong dengan melatih siswa mengenai jalur evakuasi yang benar serta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
“Kami sering diundang ke sekolah untuk memberikan simulasi. Baru-baru ini, kami datang ke salah satu SD di Tenggarong untuk mengajarkan cara evakuasi yang benar serta teknik dasar P3K. Kami sangat antusias karena ini bagian dari tugas kami,” tambah Afe.
Disdamkarmatan Kukar menegaskan seluruh kegiatan edukasi ini diberikan secara gratis, tanpa biaya apa pun. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pemahaman sejak dini kepada anak-anak tentang pentingnya keselamatan dan pencegahan kebakaran.
“Tidak ada biaya yang dibebankan kepada sekolah maupun orang tua. Semua difasilitasi oleh pemerintah, karena tugas kami adalah mengedukasi dan melindungi masyarakat,” pungkasnya. (adv)
Pewarta: Ady
Editor: Yahya Yabo





