TENGGARONG – Taman Tanjong yang terletak di kawasan strategis eks Tanjung, Jalan Diponegoro, Kelurahan Panji, kini menjelma menjadi titik temu baru bagi masyarakat Tenggarong. Lebih dari sekadar ruang terbuka hijau, taman ini telah menjadi pusat interaksi sosial, rekreasi keluarga, hingga aktivitas ekonomi kreatif lokal.
Sejak resmi dibuka, antusiasme warga terhadap keberadaan taman ini terus meningkat. Area yang dirancang ramah anak dan terintegrasi dengan zona UMKM ini berhasil menghidupkan kembali kawasan kota yang sebelumnya kurang dimanfaatkan secara optimal.
“Taman ini kita hadirkan bukan hanya untuk estetika kota, tapi sebagai ruang tumbuhnya budaya kebersamaan, edukasi lingkungan, dan ekonomi kerakyatan,” ungkap Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, saat meninjau langsung kondisi taman, Kamis (10/4/2025).
Namun, di tengah tingginya kunjungan, Pemkab Kukar mencatat adanya tantangan baru, seperti kurangnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan dan ketertiban. Sampah yang berserakan dan perilaku merokok di area terlarang mulai menjadi perhatian serius.
Edi pun menekankan pentingnya peran aktif semua pihak masyarakat, pelaku UMKM, hingga perangkat daerah untuk menjadikan Taman Tanjong sebagai ruang publik yang nyaman dan tertib.
“Ruang publik ini adalah milik bersama. Kalau tidak kita rawat, akan cepat rusak. Mari jadikan taman ini sebagai tempat yang merepresentasikan kesadaran dan budaya masyarakat Tenggarong,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab telah menata zona UMKM secara rapi dan menugaskan OPD teknis untuk melakukan pengawasan rutin. Selain itu, edukasi kepada pengunjung dan pelaku usaha pun mulai digencarkan.
“Kami ingin taman ini jadi ruang inklusif untuk bermain, berkumpul, dan mengembangkan usaha kecil. Tapi semua itu harus ditopang oleh budaya tertib,” ungkapnya. (adv)
Pewarta: Ady
Editor: Yahya Yabo





