PASER – Pemerintah Desa Padang Jaya, Kecamatan Kuaro, berkomitmen memaksimalkan produktivitas lahan persawahan seluas 28 hektare sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kepala Desa Padang Jaya, Dzikri Zulkarnain, mengatakan optimalisasi lahan akan dilakukan melalui program yang diinisiasi Kementerian Pertanian yaitu Brigade Pangan. Program tersebut didukung melalui alokasi Dana Desa sebesar 20 persen untuk ketahanan pangan sesuai kebijakan dari Kementerian Desa.
“Kami akan mensuport program tersebut melalui penganggaran dari Dana Desa 20 persen Dana Desa tahun 2025 untuk memaksimalkan produksi padi,” terang Dzikri, Jumat (30/5/2025).
Anggaran tersebut akan disalurkan kepada kelompok tani dalam bentuk bantuan sesuai kebutuhan petani, terutama bagi mereka yang selama ini kesulitan dalam pembiayaan pengelolaan lahan.
“Ada beberapa petani yang kurang produktif, akan kita coba dorong melalui program tersebut supaya lebih produktif,” katanya.
Menurut Dzikri, lahan persawahan di desanya memiliki potensi panen hingga tiga kali dalam setahun dengan hasil produksi mencapai 4 ton hingga 7 ton per hektare.
Meski demikian terdapat sejumlah tantangan yang berpotensi menurunkan produktivitas, seperti faktor cuaca, serangan hama, dan terbatasnya ketersediaan pupuk.
“Saat ini ketersediaan pupuk subsidi sangat jarang, padahal padi termasuk dalam tujuh komoditas prioritas penerima subsidi tahun ini. Namun nyatanya ketersediaan masih sangat kurang untuk mencukupi kebutuhan,” pungkasnya.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





