SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Husni Fahruddin, memberikan apresiasi atas capaian 100 hari kerja Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil selama masa transisi pemerintahan ini telah menunjukkan arah yang positif.
Legislator yang akrab disapa Ayub ini menyoroti program Gratispol dan Jospol yang digagas Gubernur. “Kita salut terhadap program Gratispol dan Jospol. Meskipun belum menyentuh seluruh kalangan karena keterbatasan pendanaan, program ini ditargetkan akan terealisasi 100 persen tahun depan,” ujar Ayub saat ditemui di Gedung DPRD Kaltim, Senin (27/5/2025).
Ayub memaklumi bahwa masa transisi menjadi tantangan bagi Gubernur untuk sepenuhnya mengintegrasikan visi dan program kerja dengan semua instansi. Namun, ia mengapresiasi upaya percepatan melalui rapat intensif yang diadakan setiap pekan untuk menyatukan visi tersebut dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Saat ini Gubernur sedang mengakselerasi visi dan gerakannya dengan OPD. Jika ini berjalan lancar dalam dua hingga tiga bulan ke depan, saya yakin program-programnya bisa segera berjalan optimal,” katanya optimis.
Secara khusus, Ayub menyoroti sektor pendidikan. Ia menekankan pentingnya efisiensi dan pengawasan ketat terhadap anggaran, seperti pada proyek pembangunan pagar dan toilet sekolah.
“Pembangunan fisik seperti toilet atau pagar sekolah harus direncanakan dengan tepat sasaran dan sesuai prioritas pendidikan, bukan sekadar menjadi proyek tanpa arah yang jelas. Kami ingin program sekolah gratis benar-benar memenuhi kebutuhan siswa, mulai dari biaya SPP, seragam, hingga buku pelajaran,” tegas legislator dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara (Kukar) ini.
Ayub menyimpulkan bahwa sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi dan DPRD Kaltim sangat krusial agar setiap kebijakan yang dihasilkan, terutama di sektor pendidikan dan pelayanan publik, dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.





