Atasi Masalah Banjir, Wali Kota Samarinda Bebaskan Lahan Bangunan Penghambat Aliran Air

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, Selasa (10/6/2025) melakukan peninjauan lapangan di Jalan Damai, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, menyusul laporan genangan banjir yang signifikan di area tersebut.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan akurasi perencanaan penanganan banjir yang sedang disusun oleh Pemerintah Kota Samarinda.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan pihaknya telah menggunakan teknologi drone untuk memetakan kondisi lapangan secara detail.

“Kita juga sekarang sudah melakukan penerbangan drone untuk memastikan perencanaan yang kita buat dalam rangka penanganan banjir di Jalan Damai, Kelurahan Sidodamai bisa akurat,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan menyeluruh menggunakan drone, ditemukan satu rumah yang diduga menjadi penyebab utama terputusnya atau tersumbatnya aliran air menuju sungai.

“Ada satu rumah yang dianggap cukup serius yang membuat terputusnya atau tersumbatnya aliran air menuju ke sungai,” kata Andi Harun.

Andi Harun menambahkan rumah tersebut kemungkinan besar akan segera dibebaskan.

“Kita lagi periksa alas hak yang dia miliki dan mudah-mudahan tahun ini selesai semua perencanaan yang matang, ya kita diperubahan sudah bisa melakukan kegiatan fisiknya, tapi di tahun ini sudah mulai pekerjaan di Jalan Damai sini,” ujarnya.

Andi Harun menjelaskan drainase dari arah ujung Jalan Otista sebenarnya sudah terkoneksi. Namun, masalah genangan banjir terjadi di pertengahan Jalan Damai ke arah dalam yang kemudian menyebar ke berbagai arah.

“Drainase dari arah ujung Jalan Otista itu sebenarnya sudah terkoneksi dengan drainase dengan Jalan Otista, tinggal dari sini ke arah Jalan Damai ke dalam yang menimbulkan banjir di pertengahan jalan dan menyebar ke mana-mana, akhirnya yang segera kita harus carikan solusi,” paparnya.

Meskipun demikian, Wali Kota Samarinda optimis telah menemukan solusi awal.

“Secara sepintas pagi hari ini kita sudah tahu di mana titik-titik yang harus kita bereskan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam upaya penanganan banjir ini.

Dalam dialognya dengan tokoh masyarakat dan ketua RT setempat, Andi Harun menyampaikan pemerintah akan segera masuk untuk melakukan pekerjaan fisik apabila warga menjamin semua akan setuju dan bersedia menandatangani persetujuan.

“Saya sudah tanya tadi, kita akan bisa masuk menyelesaikan di sini, tetapi dengan catatan saya janji saya akan menjamin semua warga akan setuju dan tanda tangan, kita akan segera masuk, dan kalian menjamin semua bisa tanda tangan,” ujar Andi Harun.

Ajakan ini disambut positif oleh tokoh masyarakat dan ketua RT setempat yang serentak menjawab, ‘Siap’!

Respons positif dari warga ini menunjukkan penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Itu maknanya dari apa yang kita sampaikan sebelumnya bahwa pengendalian banjir tidak bisa dengan unsur pemerintah saja, tanpa didukung oleh warga,” jelas Andi Harun.

Ia pun mengapresiasi dukungan tersebut. “Hari ini saya berterima kasih kepada warga di sini, itu juga yang membuat saya semangat turun ke lapangan buat peninjauan, karena para tokoh-tokoh masyarakat di sini memberikan dukungan, mohon doanya saja,” tambahnya.

Wali Kota Samarinda berharap pendekatan kolaboratif ini dapat terus diterapkan.
“Lebih baik seperti ini cara kita kerja, kita enggak usah saling menyalahkan, kita pelan-pelan bertahap demi setahap, daerah-daerah lain akan kita juga kunjungi supaya masalah banjir bisa selesai secara bertahap di titik-titik genangan selama ini menjadi keresahan warga,” pungkasnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI