SANGATTA – Warga di sejumlah desa di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim) kembali dihantui banjir. Dalam enam bulan terakhir, tercatat sudah lima kali banjir melanda kawasan ini. Tidak hanya merendam rumah dan lahan warga, banjir kali ini disertai kemunculan buaya yang terbawa arus ke pemukiman, menambah kecemasan masyarakat.
Situasi ini mendorong Fraksi Demokrat DPRD Kutim, Yusri Yusuf, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama warga, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah.
“Ini bukan lagi bencana musiman yang bisa dianggap biasa. Warga sudah sangat resah dan kita mendorong Pemkab untuk bergerak cepat dengan solusi yang konkret,” tegas Yusri Yusuf, Rabu (18/6/2025).
Yusri menyebutkan dari forum lahir delapan rekomendasi penting untuk penanggulangan banjir, antara lain pengerukan sungai, pembangunan polder dan tanggul, serta pembentukan Panitia Kerja (Panja) khusus penanganan banjir Bengalon.
DPRD berharap langkah ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Kita butuh kerja bersama. Tidak boleh lagi ada pembiaran. Keselamatan warga adalah prioritas,” pungkas Yusri.
Saat ini, warga Bengalon hanya dapat berharap agar banjir tidak lagi menjadi langganan tahunan dan pemerintah segera mewujudkan solusi nyata di lapangan.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





