SAMARINDA — Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat lonjakan jumlah penduduk yang signifikan di 2024. Berdasarkan data proyeksi penduduk pertengahan tahun yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kaltim mencapai 4.045.860 jiwa, naik sekitar 136.120 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 3.909.740 jiwa pada 2023.
Pertumbuhan penduduk ini tersebar di seluruh 10 kabupaten/kota di Kaltim dengan tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang mencatat lonjakan lebih dari 70.000 jiwa dalam setahun.
Sebaran jumlah penduduk di masing-masing kabupaten/kota di Kalimantan Timur pada 2024 yakni Samarinda dengan 858,080 jiwa, Kutai Kartanegara dengan 789,770 jiwa, Balikpapan dengan 717,230 jiwa, Kutai Timur dengan 462,990 jiwa, Paser dengan 286,990, Penajam Paser Utara (PPU) dengan 267,690 jiwa, Berau dengan 261,830, Bontang dengan 188,290 jiwa, Kutai Barat dengan 178,740, dan Mahakam Ulu dengan 34,250 jiwa.
Kota Samarinda masih menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Kaltim dengan menyumbang sekitar 21,2 persen dari total populasi provinsi. Disusul oleh Kabupaten Kutai Kartanegara 19,5 persen dan Kota Balikpapan 17,7 persen.
Ketiga daerah ini menyumbang lebih dari setengah populasi Benua Etam secara keseluruhan yakni sekitar 2,36 juta jiwa. Ini menunjukkan konsentrasi penduduk yang masih terfokus di kawasan perkotaan dan kawasan industri strategis.
Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat pertumbuhan tertinggi dalam setahun terakhir. Pada 2023, jumlah penduduknya hanya 197.630 jiwa, namun melonjak menjadi 267.690 jiwa pada 2024, tumbuh hampir 35 persen dalam waktu singkat. Pertumbuhan ini diperkirakan berkaitan dengan pembangunan besar-besaran di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berdampak langsung pada migrasi tenaga kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi.
Sementara itu, Kabupaten Mahakam Ulu tetap menjadi wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit yakni hanya 34.250 jiwa atau sekitar 0,85 persen dari total penduduk provinsi.
Sebagai daerah terisolasi dengan kondisi geografis yang menantang, Mahakam Ulu masih menghadapi keterbatasan dalam pertumbuhan penduduk dan pengembangan wilayah.
Lonjakan jumlah penduduk Kalimantan Timur mencerminkan dinamika pembangunan wilayah, terutama di daerah yang terdampak langsung oleh pengembangan Ibu Kota Negara baru.
Konsentrasi penduduk masih tinggi di kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kukar, namun kabupaten-kabupaten berkembang seperti PPU kini menunjukkan tren pertumbuhan yang cepat. Data ini menjadi indikator penting bagi perencanaan pembangunan infrastruktur, layanan publik, dan pemetaan potensi ekonomi di Kalimantan Timur ke depan.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





