PPU – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Nusantara” menjadi momen reflektif untuk memastikan arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Ketua II DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf, yang juga termasuk dalam tim pemekaran PPU, menekankan pentingnya menghargai jasa para pejuang pemekaran. Ia juga mendorong agar momentum ini menjadi titik tolak untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Menurutnya, para tokoh yang telah berjasa dalam proses pemekaran tidak boleh dilupakan. Ia bahkan mengusulkan agar dilakukan revisi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Hari Jadi Kabupaten PPU.
“Kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang tidak boleh melupakan sejarah dan para pejuangnya. Kami berharap ada revisi Perda Hari Jadi PPU agar perjuangan tim pemekaran juga diakui dalam muatannya,” kata Yusuf, belum lama ini.
Selain itu, Yusuf menyoroti persoalan pengangguran di PPU dan mendesak pemerintah daerah agar serius dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Menurutnya, hal ini penting agar masyarakat lokal tidak tertinggal dalam pembangunan, khususnya dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tengah dibangun di wilayah sekitar.
“Mudah-mudahan ke depan peluang penciptaan lapangan kerja di Kabupaten Penajam Paser Utara benar-benar terealisasi, sehingga angka pengangguran bisa berkurang,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya perhatian terhadap tenaga honorer (THL) dan aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya pemerataan kesejahteraan.
“Ini menjadi tugas kita bersama. Kita ingin melihat PPU berkembang pesat dengan kesejahteraan yang merata bagi semua,” tutup Yusuf. (ADV)
Penyunting: Robbi Lalat





