Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Solusi Ekonomi di Kembang Janggut

TENGGARONG – Sektor perkebunan kelapa sawit yang mendominasi mata pencaharian warga Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mendorong hadirnya terobosan baru dalam penguatan ekonomi lokal. Salah satunya melalui pembentukan Koperasi Merah Putih yang kini mulai tumbuh di sejumlah desa.

Koperasi ini diarahkan tidak hanya sebagai wadah usaha bersama, tetapi sebagai solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan mendasar petani sawit khususnya dalam hal pengadaan pupuk.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kembang Janggut, Suhartono, menyebut koperasi-koperasi ini dibentuk dengan semangat kemandirian dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

“Kami arahkan koperasi ini agar fokus pada layanan yang paling dibutuhkan masyarakat. Mayoritas petani sawit, jadi kebutuhan pupuk dan sarana pertanian lainnya menjadi prioritas,” jelas Suhartono, Senin (23/6/2025).

Menurutnya, dari total 12 desa di Kembang Janggut, tujuh desa telah menyelesaikan legalitas koperasi secara resmi melalui notaris. Sementara lima desa lainnya masih dalam tahap penyempurnaan dokumen administrasi.

Koperasi Merah Putih, menurut Suhartono, memiliki ruang usaha yang lebih luas dibanding koperasi yang sudah lebih dulu eksis (ada), seperti Koperasi Belayan Sejahtera di Desa Muai. Meski begitu, dirinya menegaskan keduanya tidak saling bersaing secara langsung.

“Belayan Sejahtera sudah mapan dan fokusnya jelas di sektor perkebunan. Sementara Koperasi Merah Putih punya enam sektor wajib, seperti simpan pinjam, sembako, apotek, dan lainnya. Justru bisa saling melengkapi,” terangnya.

Dirinya menyebut hadirnya koperasi yang multi sektor seperti Merah Putih sangat dibutuhkan di daerah-daerah pedalaman Kukar. Apalagi, banyak warga di Kembang Janggut yang merupakan petani sawit mandiri, namun masih tergantung pada distribusi barang dari luar kecamatan.

“Koperasi ini nanti yang akan jadi penyedia utama. Tidak hanya untuk pupuk, tapi kebutuhan pokok, layanan kesehatan dasar, hingga permodalan,” tambahnya.

Dengan terus bertambahnya koperasi aktif yang berbasis kebutuhan lokal, Suhartono optimistis akan terjadi pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kembang Janggut secara bertahap.

“Kalau koperasi ini dikelola dengan baik dan transparan, maka bisa jadi kekuatan ekonomi desa yang berdiri sendiri. Tidak perlu bergantung penuh pada perusahaan besar,” sebutnya. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI