KUKAR – Usai menyerahkan bantuan pendidikan di SMK Utama Al Jabar Samboja, rombongan Yayasan Swantantra Pangan Nusantara melanjutkan kunjungan ke Kelurahan Kuala Samboja, Sabtu (12/7/2025).
Fokus utama kunjungan kali ini yakni melihat langsung potensi sektor kelautan, perikanan, dan peternakan di kawasan pesisir tersebut.
Ketua Umum Yayasan Swantantra Pangan Nusantara, Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo, bersama jajaran pengurus, termasuk Dirjen Otonomi Daerah, Akmal Malik dan beberapa tokoh nasional lainnya meninjau kawasan keramba tengah laut serta berdialog dengan masyarakat dan nelayan setempat.
“Kami tak hanya mendukung pertanian, tapi juga perikanan dan kelautan. Namun kemandirian pangan tidak bisa berjalan kalau masyarakat bergerak sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi,” ujar Akmal Malik.
Ia menambahkan Kalimantan Timur memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia, termasuk pelajar-pelajar SMK dan kelompok tani yang selama ini aktif di wilayah pesisir.
Salah satu tantangan utama yang ditemukan di lapangan adalah minimnya fasilitas penyimpanan hasil tangkapan laut. Ikan-ikan yang tidak tersimpan dengan baik hanya laku Rp100 ribu sementara apabila masih hidup nilainya dapat mencapai Rp250 ribu per ekor.
“Kita sedang siapkan solusi storage (penyimpanan) ikan yang bisa memperpanjang usia hidup hasil tangkapan. Ini akan menjadi proyek percontohan pertama kami di Kalimantan Timur,” kata Daryatmo.
Sebagai bentuk komitmen, Yayasan Swantantra turut membawa mitra dari Tiongkok yang memiliki pengalaman teknologi penyimpanan ikan dengan masa simpan lebih lama (long life fish storage).
Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan dan memperkuat daya saing nelayan lokal.
“Kami menggandeng pihak Tiongkok. Ini bagian dari transfer teknologi yang bisa membuat sektor perikanan kita jauh lebih mandiri dan modern,” tambahnya.
Selain isu perikanan, Yayasan Swantantra Pangan Nusantara menyerahkan bantuan berupa 50 unit laptop dan kambing produktif ke sekolah sebagai bagian dari program digitalisasi sektor pertanian.
“Kami ingin pertanian ke depan berbasis digital. Anak-anak SMK harus diajarkan bagaimana memanfaatkan teknologi, baik untuk pemetaan lahan, pemantauan tanaman, maupun manajemen hasil panen,” ucapnya.
Program ini selaras dengan target nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang mendorong kemandirian dan ketahanan pangan sebagai prioritas strategis negara.
Dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), kebutuhan pangan diperkirakan akan melonjak drastis. Oleh karena itu, kawasan-kawasan seperti Samboja dinilai sangat strategis untuk menopang kebutuhan pasar baru.
“Potensi Samboja sangat besar. Kami melihat kawasan ini bisa menjadi lumbung pangan baru, baik lewat pertanian, peternakan, maupun perikanan. Ini harus disiapkan dari sekarang,” sebut Akmal Malik.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





