SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) mulai menggarap perbaikan jalan poros Simpang Kabo-Rantau Pulung. Proyek yang masuk dalam prioritas infrastruktur ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp13 miliar melalui skema pelelangan dan swakelola.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Wahasuna Aqla, menyebut proyek tersebut kini dalam tahap lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kutai Timur.
“Dari Kabo itu tahun ini sudah ada. Tinggal menunggu pemenang lelang. Total anggaran untuk tahun 2025 ini sekitar Rp13 miliar,” ujar Aqla, Jumat (18/7/2025).
Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp12,5 miliar dialokasikan untuk pekerjaan fisik peningkatan jalan, sementara Rp 400 juta digunakan untuk pengawasan teknis dan review desain. Di luar kegiatan lelang, perbaikan secara swakelola telah dilakukan di beberapa titik agar jalan tetap dapat dilalui masyarakat.
Aqla menambahkan proyek jalan tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pemkab Kutim dalam membenahi akses poros Sangatta-Rantau Pulung yang selama ini menjadi satu-satunya jalur penghubung antar kecamatan.
“Panjang jalan yang menghubungkan Sangatta Utara ke Rantau Pulung itu sekitar 40 kilometer. Rencananya, jalur ini akan tersambung hingga Batu Ampar, totalnya mencapai lebih dari 300 kilometer,” paparnya.
Namun, pengerjaannya tidak bisa sekaligus karena keterbatasan anggaran. Selama ini, Pemkab hanya mampu menyelesaikan 3 hingga 4 kilometer per tahun. Karena itu, Pemkab berencana mengajukan perbaikan jalan poros tersebut melalui kontrak tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC).
Program ini sempat tertunda akibat efisiensi anggaran pada APBD 2025, tetapi besar harapan proyek ini bisa dilanjutkan dalam APBD Perubahan tahun ini atau tahun anggaran berikutnya.
“Kalau enggak bisa masuk di APBD perubahan 2025, nanti kita lanjutkan lewat program Pak Bupati. Multiyears di jalur Sangatta-Rantau Pulung,” pungkasnya.
Dengan dimulainya perbaikan jalan ini, Pemkab Kutim berharap konektivitas antar wilayah makin lancar dan distribusi logistik masyarakat tidak lagi terganggu akibat kerusakan jalan.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





