PASER – Pembangunan ulang jembatan Busui di Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser yang rusak total setelah ditabrak truk pengangkut semen Januari 2025 lalu dipastikan tidak akan terlaksana pada tahun ini.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Paser, Inayatullah, menjelaskan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 ini tidak ada alokasi anggaran dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim untuk membangun kembali jembatan Busui yang ambruk.
“Kejadian kecelakaan tabrakan itu ‘kan di bulan Januari, di mana di bulan itu APBN di BPJN sudah teralokasi, karena pengalokasiannya dilakukan sejak 2024. Jadi tidak ada anggaran untuk pembangunan di tahun 2025 ini,” kata Inayatullah, Jumat (25/7/2025).
Dengan demikian, jembatan Bailey (jembatan sementara) yang digunakan pasca ambruk setelah ditabrak Januari lalu akan dipertahankan hingga akhir tahun ini.
“Sementara akan mempertahankan jembatan Bailey itu. Karena informasinya, betul-betul akan dibangun full desain jembatan pada Januari 2026 nanti,” bebernya.
Terkait ketahanan jembatan Bailey yang sementara ini digunakan sebagai pengganti jembatan permanen yang ambruk. Inayatullah memastikan tetap aman digunakan sepanjang kendaraan yang melintas tidak melampaui batas Muatan Sumbu Terberat (MST).
“Sepanjang kendaraan yang melintas tidak melebihi tonase atau MST-nya, Insya Allah kuat itu (jembatan) sampai akhir tahun,” tegasnya.
Terkait kompensasi dari pihak perusahaan pemilik truk yang menabrak Jembatan Busui hingga ambruk tersebut, Inayatullah menuturkan tidak mengetahui. Meski terkait mekanisme penggantian dari pihak perusahaan tersebut sempat dibahas dalam rapat yang diikuti oleh pihaknya, namun pada saat itu belum ada kejelasan.
“Belum jelas waktu itu dan itu terakhir saya ikut rapat. Karena setelah itu rapatnya internal antara BPJN dengan pihak perusahaan saja,” pungkasnya
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





