SAMARINDA – Setelah meninjau langsung Masjid Raya Darussalam, Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama rombongan bergeser meninjau progres pembangunan Pasar Pagi Samarinda. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pasar yang akan segera beroperasi kembali sebagai pusat perbelanjaan legendaris di Kalimantan Timur.
Wali Kota Andi Harun menjelaskan dirinya bersama rombongan melakukan pengecekan di jalan dan arah ke pasar.
“Kita menyusuri dulu dari Jalan Tumenggung, arah jalan yang akan kita pakai untuk akses dari Pasar Pagi menuju kawasan Masjid Darussalam atau menuju ke Jalan Tumenggung,” katanya.
Andi Harun menambahkan hampir semua lapak dan kios berbagai ukuran sudah terpasang. Selain itu, fasilitas pendukung seperti empat toilet di setiap lantai telah diperiksa untuk memastikan kebersihan pasar saat beroperasi. Salah satu fokus peninjauan adalah sirkulasi udara di dalam pasar.
“Kita membuat banyak sistem bukaan sehingga sirkulasi udara itu menjadi sehat,” terang Andi Harun.
Lebih dari sekadar tempat berbelanja, Pasar Pagi dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
“Kita juga melihat pandangan dari atas, bagaimana baik pedagang maupun pengunjung kelak mendapatkan pandangan selain berbelanja dan juga sebagai sarana untuk berwisata di dalam pasar, melihat pemandangan sungai,” ujarnya.
Namun yang terpenting bagi Andi Harun adalah fungsi interaksi antar pedagang dan pengunjung.
“Memang filosofi pasar tradisional itu begitu, beda dengan pasar modern. Interaksi itu penting untuk memperkuat hubungan sosial kita, memperkuat ikatan kekeluargaan yang tercipta di pasar,” tegasnya.
Terkait relokasi pedagang, Wali Kota Andi Harun menegaskan prioritas utama diberikan kepada pemilik lapak lama.
“Begitu dioperasionalkan, semua diprioritaskan, diutamakan pemilik lapak lama untuk masuk kembali berjualan,” katanya.
Ia memastikan fungsi pasar akan tetap sama, mempertahankan esensi pasar tradisional. Dengan berkelakar, dirinya menyebut dari minyak goreng sampai minyak pelet yang menunjukkan beragam jenis barang yang akan dijual.
“Jadi bangunannya saja yang kita modernkan supaya tidak terkesan pasar tradisional itu becek, apa segala macam. Tapi fungsi pasar tradisionalnya seperti keadaan semula,” jelas Andi Harun.
Ia berharap Pasar Pagi yang dikenal sebagai ‘pasar legendaris’ ini dapat kembali berfungsi sebagai pusat perbelanjaan penting tidak hanya bagi warga Samarinda, tetapi bagi masyarakat Kaltim secara keseluruhan bahkan hingga Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Mahakam Ulu.
Wali Kota memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar Pasar Pagi dapat segera beroperasi dan pedagang dapat kembali berjualan.
“Tahun ini Insya Allah. Sabar, makanya doakan,” pungkasnya.
Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo





