Jaga Ketahanan Pangan, Bulog dan TNI Gelar GPM di Balikpapan

BALIKPAPAN – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pangan nasional melalui sinergi antara Perum Bulog Kanwil Kalimantan Timur dan TNI. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Penyaluran Bantuan Pangan (Banpan) yang dilaksanakan serentak secara nasional. Kota Balikpapan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan di wilayah Kaltimtara.

Distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi inti kegiatan dengan masyarakat mendapat akses beras medium premium dengan harga di bawah pasar. Antusiasme warga terlihat jelas, antrean mengular sejak pagi hari demi mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kaltim, Mersi Windrayani, mengatakan program ini bukan sekadar kegiatan simbolis melainkan bagian dari desain besar negara dalam menjaga fondasi ekonomi melalui stabilisasi pangan. Menurutnya, TNI dan Bulog hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan harga tetap terkendali, distribusi merata, dan tidak ada ruang bagi praktik spekulatif.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata negara hadir. Sinergi TNI dan Bulog bukan sekadar simbolik, tapi bagian dari desain besar menjaga fondasi ekonomi lewat ketahanan pangan,” ujarnya, Jumat (25/7/2025).

Lebih lanjut Mersi menjelaskan pelibatan banyak unsur dalam kegiatan ini termasuk TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Pangan, hingga jajaran camat dan lurah menunjukkan penguatan ekonomi rakyat dibangun dari bawah. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, pemerintah memilih untuk memperkuat dari akar seperti dari pasar tradisional, dari desa, dan dari dapur rakyat.

“Langkah konkret ini juga menunjukkan bahwa negara tidak hanya bertindak sebagai regulator, tetapi turut menjadi aktor aktif dalam sistem logistik nasional. Melalui distribusi langsung, pemerintah turut menjaga psikologi pasar dan mencegah kenaikan harga yang tak wajar akibat permainan spekulan,” jelasnya.

Gerakan Pangan Murah dan Banpan tersebut menjadi simbol ketika negara mengendalikan pangan, maka kestabilan ekonomi dan sosial pun ikut terjaga. Pesannya jelas, ekonomi rakyat adalah pondasi utama pembangunan.

Pewarta: Aprianto
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI