Bantu Misi Kemanusian, Dokter Senior Kaltim Berangkat ke Palestina

SAMARINDA – Dokter senior asal Kalimantan Timur, dr Bambang Surif, akan berangkat ke Palestina pada 5 Agustus 2025 mendatang dalam misi kemanusiaan bersama tim Emergency Medical Team (EMT) ke-40 yang difasilitasi oleh Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dan Rahma Worldwide, organisasi kemanusiaan berbasis di Amerika Serikat.

Keberangkatan dr Bambang ke wilayah konflik tersebut bukan tanpa pertimbangan. Dirinya mengaku keputusan ini merupakan panggilan jiwa yang sudah lama ia rasakan, bahkan sejak dirinya turut terlibat dalam penanganan krisis di Poso, Sulawesi Tengah, pada masa konflik silam.

“Sudah lama saya ingin mendaftar. Ini adalah keinginan lama, panggilan hati,” ujar dr Bambang saat diwawancarai di Dinas Kesehatan Kaltim, Jumat (1/8/2025).

Ia menuturkan pengalaman di daerah konflik bukanlah hal baru baginya. Saat bertugas di Poso, ia menyaksikan langsung kondisi yang mengerikan.

“Masih banyak mayat di sungai. Kami dikawal tentara dan polisi untuk bisa melayani warga. Itu membekas sekali,” kenangnya.

Kini di usia 60 tahun, semangat kemanusiaannya tidak surut. Meski telah pensiun dari tugas resmi, dr Bambang tetap aktif praktik di Tenggarong dan menjaga kebugarannya dengan olahraga rutin dua kali sehari, termasuk mengikuti lari maraton.

“Saya sudah sering ke berbagai negara. Palestina nanti akan menjadi negara ke-51 yang saya kunjungi,” ungkapnya.

Dalam misi kemanusiaan kali ini, dirinya akan tergabung bersama 16 relawan EMT dari berbagai negara seperti Jerman dan Lebanon. Dari Indonesia sendiri hanya tiga orang yang berangkat dan dr Bambang menjadi satu-satunya relawan dari luar Pulau Jawa yang lolos seleksi.

Selama bertugas, tim akan membawa bantuan medis dan logistik ringan, termasuk sembako dengan pengaturan teknis sepenuhnya oleh BSMI.

“Saya pribadi hanya bawa bekal secukupnya. Istri saya membekali bumbu rendang, makanan yang bisa tahan lama,” katanya sambil tersenyum.

Misi ini dijadwalkan berlangsung hingga 23 Agustus 2025. Mereka akan masuk ke Palestina melalui Yordania dan Israel dengan pengamanan ketat mengingat kondisi wilayah yang masih sangat rawan.

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Kutai Kartanegara ini menyadari risiko tetap tinggi, termasuk kemungkinan sabotase bantuan atau serangan terhadap warga sipil yang mencoba mengakses bantuan.

“Ini soal kemanusiaan. Ada orang yang melihat korban kecelakaan dan hanya lewat, ada yang langsung menolong. Saya termasuk yang terpanggil untuk membantu. Itu bukan soal logika, tapi hati,” pungkasnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI