Wamen LHK dan Gubernur Kaltim Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla

SAMARINDA – Upaya dalam menghadapi potensi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2025, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menggelar Jambore Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kebun Raya Universitas Mulawarman, Jalan Poros Samarinda-Bontang, Rabu (6/8/2025).

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Sulaiman Umar Siddiq, serta Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Apel Siaga untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan di berbagai wilayah khususnya Kaltim, yang kini berstatus siaga.

Dalam sambutannya, Wamen LHK Sulaiman Umar Siddiq, menekankan meskipun Kalimantan Timur masih berstatus siaga, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

Dirinya menyampaikan sejumlah provinsi seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat telah lebih dulu menetapkan status tanggap darurat.

Namun, Kaltim diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan dalam menjaga keseimbangan pembangunan dan pelestarian lingkungan, terlebih karena wilayah ini menjadi kawasan strategis nasional, termasuk lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Walaupun kemarau kali ini tergolong basah, ada kenaikan suhu sekitar 0,3 hingga 0,6 derajat celcius yang tetap harus kita waspadai. Kita berharap Kaltim tidak masuk ke status tanggap darurat,” kata Sulaiman.

Sulaiman menyebutkan dari Januari hingga Juli 2025, telah terdeteksi 66 titik panas (hot spot) di Kaltim. Dari jumlah tersebut, 39 operasi pemadaman telah dilaksanakan oleh tim terpadu. Upaya pengendalian ini, menurutnya memerlukan kolaborasi semua pihak.

Kegiatan jambore, lanjutnya bukan hanya bentuk apel siaga, namun kampanye edukatif bagi generasi muda dan masyarakat. Terlibat dalam kegiatan ini antara lain pelajar, mahasiswa, komunitas pecinta alam, Pramuka, personel TNI-Polri, dan masyarakat peduli api.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan kegiatan tersebut merupakan panggilan jiwa untuk menjaga bumi, bukan sekadar seremonial.

Rudy menyampaikan kekeringan telah mulai dirasakan di beberapa wilayah seperti di Kabupaten Mahakam Ulu sehingga pemerintah sedang melakukan pengiriman bantuan darurat.

“Kami di Mahakam Hulu kini mengalami kekeringan, akses air Sungai Mahakam bagian hulu sudah mulai kering. Jalan alternatif pun masih dalam proses pembangunan. Ini jadi perhatian kita semua,” kata Rudy.

Gubernur Rudy mendorong kerja berbasis data, bukan sekadar insting, dalam penanganan Karhutla. Ia menyebut dengan dukungan teknologi pemantauan dari KLHK, titik-titik rawan dapat diantisipasi lebih dini.

Gubernur Rudy mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan komitmen jajaran Kementerian LHK dalam memimpin langsung penanganan Karhutla di Kaltim.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat demi menjaga hutan Kalimantan yang menjadi paru-paru dunia.

Usai apel siaga, Wamen Sulaiman Umar Siddiq bersama Gubernur Rudy Mas’ud menyempatkan waktu untuk berkeliling meninjau sejumlah tenda peserta dan pos-pos penanggulangan Karhutla. Keduanya tampak berdialog dengan relawan dan personel pemadam, sekaligus menyaksikan langsung kesiapan perlengkapan dan armada pemadam kebakaran.

Peralatan seperti mesin pompa air, selang pemadam, tangki portabel, hingga drone pemantau turut diperlihatkan. Beberapa kendaraan taktis dan truk pemadam turut dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

“Kesiapan seperti ini sangat penting, karena ketika kejadian terjadi, respon awal menjadi kunci. Kita ingin semua tim siaga dalam kondisi optimal,” sebut Rudy.

Gubernur Rudy Mas’ud memberikan apresiasi kepada para peserta jambore atas semangat mereka dalam menjaga lingkungan.

Ia menyampaikan pentingnya sinergi antara teknologi, data, dan sumber daya manusia dalam menanggulangi Karhutla.

“Melihat langsung alat dan personel yang ada, saya yakin Kalimantan Timur siap menghadapi potensi Karhutla. Tinggal bagaimana kita menjaga koordinasi agar semua berjalan maksimal,” ujar Rudy.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI