SAMARINDA – Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Kalimantan Timur mulai menjalani proses seleksi pengelola baru. Sejumlah nama telah mencuat, termasuk Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia yang pernah terlibat dalam pengelolaan Perusda di Bali.
Perhatian terhadap proses ini juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis. Ia menegaskan bahwa Perusda harus mampu berkontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah.
“Perusda ini harusnya bisa memberikan keuntungan, menjadi sumber PAD. Harapan saya besar. Jangan setiap kali hanya berujung pada penyertaan modal, tapi kinerjanya tetap stagnan,” ujar Ananda saat ditemui beberapa waktu lalu.
Menurutnya, sosok yang akan memimpin Perusda tidak hanya harus berpengalaman, tetapi juga memiliki visi bisnis yang kuat untuk mendorong pertumbuhan perusahaan.
“Kita percaya pada tim seleksi yang sudah terbentuk, tapi mereka juga harus lebih selektif. Lihat betul-betul rekam jejaknya. Jangan sekadar punya pengalaman, tapi tidak punya visi bisnis yang kuat,” lanjut politisi Fraksi PDI Perjuangan itu.
Proses seleksi dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 14–16 Juli 2025 di Midtown Hotel Samarinda. Dari 90 orang pendaftar, 82 peserta lolos seleksi administrasi, namun hanya 72 yang hadir mengikuti Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK) pada hari pertama—tahapan wajib untuk melangkah ke seleksi berikutnya.
(Adv/DPRD Kaltim)





