Bupati Aulia Mantapkan Kukar sebagai Pusat Budaya, Serahkan Gamelan hingga Dukung Sanggar Lokal

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) semakin serius menjaga dan mengembangkan warisan seni budaya daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin, program Penguatan Penggiat Seni dan Budaya Daerah menjadi salah satu prioritas utama dalam mewujudkan visi ‘Kukar Idaman Terbaik’.

Program ini tidak berhenti pada slogan semata. Berbagai dukungan diberikan mulai dari bantuan sarana prasarana untuk sanggar, fasilitasi legalitas kelembagaan, promosi pertunjukan, hingga pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Semua langkah tersebut dirancang agar seni budaya semakin hidup sekaligus terintegrasi dengan pengembangan destinasi wisata daerah.

Komitmen itu kembali dibuktikan Bupati Aulia saat menyerahkan seperangkat gamelan jaranan kepada kelompok kesenian Karyo Tronggoseto di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyerahkan alat olahraga untuk Karang Taruna Krida Mulya serta bantuan perikanan bagi warga sekitar.

Momen itu terasa hangat dan berkesan saat Aulia menyaksikan langsung penampilan jaranan yang dibawakan anak-anak muda. Alunan gamelan dan gerak tari yang dinamis membuatnya terpukau. Baginya, ini bukan sekadar hiburan, tapi cerminan bahwa generasi muda mulai mencintai budaya lokal.

Aulia menegaskan pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan nyata agar pelaku seni dan budaya bisa berkembang. Ia percaya, pelestarian budaya sejak dini akan membentuk karakter masyarakat yang kuat dan menghargai warisan leluhur.

“Kami harap bantuan ini dapat membangun karakter masa depan kita. Ini penting, karena pemain-pemainnya anak muda semua, yang berarti mereka semakin menghargai adat istiadat di daerah kita,” ucap Aulia penuh harap, Rabu (9/7/2025).

Melalui langkah-langkah nyata seperti ini, Pemkab Kukar menunjukkan komitmen menjaga akar budaya daerah, sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk menjadi penjaga dan pewarisnya.

“Semua peralatan tadi telah dibantu penyediaannya, dan kita bisa lihat sendiri bagaimana mereka memainkannya. Menurut hemat kami, ini menjadi salah satu bentuk membangun karakter,” jelasnya. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI