TENGGARONG – Keterbatasan lahan dan minimnya sumber air membuat pertanian padi di Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara (Kukar), sulit berkembang. Kondisi ini mendorong pemerintah setempat mengarahkan fokus ke komoditas perkebunan yang dinilai lebih sesuai dengan karakter wilayah.
Camat Samboja Barat, Burhanuddin, mengungkapkan lahan untuk padi kini hanya tersisa sekitar 55 hektare, karena sebagian besar telah beralih menjadi kawasan pemukiman.
“Ketersediaan sumber air juga menjadi masalah utama yang menyulitkan operasional dalam pengelolaan pertanian padi,” jelasnya, Jumat (15/8/2025).
Sebagai gantinya, pertanian di Samboja Barat kini lebih banyak mengandalkan tanaman kebun seperti sawit, karet, dan sayuran. Burhanuddin menyebut komoditas tersebut lebih mudah dikelola, produktif, dan memberikan hasil signifikan bagi masyarakat.
“Sebenarnya sekitar 80 persen pasokan hidroponik di Samboja Barat bersumber dari hasil pertanian kebun ini,” tambahnya.
Strategi ini diharapkan mampu menjaga geliat sektor pertanian sekaligus menjadi penopang ekonomi masyarakat. Pemerintah kecamatan mendorong optimalisasi komoditas unggulan ini agar kontribusinya terhadap daerah semakin besar.
Burhanuddin menekankan pentingnya dukungan semua pihak untuk mengatasi hambatan seperti keterbatasan lahan dan ketersediaan air, sehingga potensi pertanian Samboja Barat dapat dimanfaatkan secara maksimal. (adv)
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





