SAMARINDA – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalimantan Timur menyampaikan laporan akhir pada Rapat Paripurna Ke-27 di Gedung Utama B, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (28/7/2025). Laporan tersebut dibacakan perwakilan sekretariat DPRD atas nama Ketua Banggar, Hasanuddin Mas’ud.
Dalam penyampaian laporan, Banggar memberikan tujuh catatan penting terkait realisasi APBD 2024.
Pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat sebesar Rp10,23 triliun atau 102,53 persen dari target. Angka ini sedikit menurun dibandingkan capaian PAD tahun 2023 sebesar Rp10,33 triliun.
Kedua, realisasi pendapatan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar Rp237,69 miliar atau 91,90 persen dari target. Kontribusi terbesar berasal dari PT Bank Pembangunan Daerah Kaltimtara, PT Jamkrida, dan Perusda Melati Bhakti Satya.
Ketiga, realisasi pendapatan transfer mencapai Rp11,69 triliun atau 106,04 persen dari target. Keempat, transfer Dana Alokasi Khusus (DAK) tercatat Rp740,27 miliar, naik dibandingkan tahun 2023.
Kelima, belanja daerah terealisasi sebesar Rp14,27 triliun atau 92,65 persen dari pagu anggaran, menyisakan selisih Rp1,13 triliun atau 7,34 persen.
Keenam, realisasi belanja bagi hasil pendapatan sebesar Rp4,39 triliun atau 87,95 persen. Untuk belanja bantuan keuangan kabupaten/kota, masih ada yang belum 100 persen, di antaranya bantuan keuangan ke Kabupaten Paser yang terealisasi 99,64 persen.
Ketujuh, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2024 tercatat Rp2,59 triliun. SiLPA tersebut terbentuk dari realisasi pendapatan Rp22,08 triliun yang melampaui target Rp1,62 triliun, realisasi belanja Rp14,27 triliun, realisasi transfer Rp6,19 triliun, serta realisasi pembiayaan netto Rp976,50 miliar.
Banggar menegaskan catatan ini menjadi rekomendasi bagi Pemprov Kaltim untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan pada tahun berikutnya.
(Adv/DPRD Kaltim)





