Sakti Gemas, Wujud Janji Kampanye Rudy Mas’ud-Seno Aji Bagi Wadah Aspirasi Rakyat Kaltim

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi mewujudkan salah satu program unggulan yang pernah dijanjikan pasangan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji dalam debat kandidat Pilgub 2024 lalu. Program tersebut adalah aplikasi Sakti Gemas (Generasi Emas), sebuah super apps yang dirancang sebagai wadah utama masyarakat Kaltim untuk menyampaikan keluhan, aspirasi, sekaligus mengakses beragam layanan publik.

Sejak diluncurkan, Sakti Gemas sudah diunduh ribuan kali oleh masyarakat. Aplikasi ini tersedia gratis di Playstore dan IOS Store, dan kian mendapat sambutan positif karena fitur yang dinilai praktis dan dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan Sakti adalah jawaban konkret atas komitmen politik Gubernur dan Wakil Gubernur.
“Saat debat kandidat, Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur berjanji menghadirkan aplikasi yang bisa menampung keluhan rakyat secara langsung. Sekarang janji itu benar-benar diwujudkan melalui Sakti,” ujar Faisal saat konferensi pers di ruang week kantor Diskominfo Kaltim, Samarinda, Jumat (29/8/2025) .

Faisal menjelaskan salah satu fitur utama Sakti adalah fitur pengaduan masyarakat. Lewat fitur tersebut, warga dapat langsung menyampaikan keluhan atau laporan ke instansi terkait.
“Laporan akan diverifikasi melalui email dan nomor telepon, agar valid dan benar-benar berasal dari masyarakat. Setelah itu, laporan diteruskan ke WhatsApp dinas atau lembaga terkait,” jelasnya.

Tidak hanya pengaduan, aplikasi tersebut memuat beragam informasi penting seperti pendidikan, kesehatan, pertanahan, lowongan kerja, transportasi, pariwisata, cuaca, harga pasar, berita resmi pemerintah, hingga akses CCTV real-time di sejumlah titik di Samarinda dan kota lainnya di Kaltim.

“Bahkan aplikasi ini terhubung dengan Google Maps, sehingga memudahkan masyarakat mencari lokasi layanan publik. Kami ingin Sakti menjadi pintu masuk utama semua informasi dan layanan publik di Kaltim,” tambah Faisal.

Untuk memastikan aplikasi ini benar-benar dapat diakses masyarakat di seluruh wilayah, Pemprov Kaltim mendorong program internet desa. Hingga akhir Agustus 2025, sudah ada 441 desa yang terpasang jaringan internet gratis dari target 724 desa. Program tersebut diharapkan menjangkau seluruh pelosok, sehingga Sakti tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan, tapi warga desa.

“Target kami setiap minggu ada 20–30 desa tambahan yang terpasang. Dengan dukungan internet desa, aplikasi Sakti bisa diakses sampai tingkat kampung. Jadi janji Gubernur dan Wakil Gubernur benar-benar terasa manfaatnya,” tambah Faisal.

Peluncuran dan perkembangan Sakti dinilai sebagai tonggak penting bagi tata kelola pemerintahan digital di Kaltim. Selain menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan cepat, mudah, dan transparan, aplikasi tersebut menunjukkan konsistensi Rudy–Seno dalam memenuhi janji politik mereka.

“Bagi kami, Sakti bukan sekadar aplikasi. Ini simbol komitmen Pemprov Kaltim untuk hadir lebih dekat dengan rakyat, mendengar keluhan mereka, sekaligus menghadirkan solusi di genggaman,” pungkas Faisal.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI