SAMARINDA – Olahraga karate di Kaltim segera memiliki rumah baru. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengumumkan pembangunan Gedung FORKI Kaltim yang ditargetkan rampung pada 2025. Hal itu disampaikan saat membuka kejuaraan Provinsi Karate Piala Gubernur Kaltim 2025 di Samarinda.
Seno menjelaskan gedung baru tersebut akan menjadi pusat pembinaan atlet karate Kaltim sekaligus arena resmi untuk penyelenggaraan kejuaraan. Pembangunan gedung dialokasikan melalui anggaran sebesar Rp10 miliar dan apabila masih kurang, pemerintah akan menambah dukungan agar fasilitas dapat terwujud sesuai kebutuhan.
“Bayangkan tahun depan kita sudah bisa bertanding di gedung kita sendiri. Ini bentuk keseriusan kita membangun karate Kaltim agar atlet memiliki tempat latihan dan bertanding yang layak,” kata Seno di hadapan ratusan atlet, pelatih, dan pengurus perguruan karate se-Kaltim.
Wagub Seno menyampaikan optimismenya dengan fasilitas baru tersebut, atlet-atlet karate Kaltim akan lebih siap menorehkan prestasi. “Insya Allah dari gedung FORKI Kaltim akan lahir atlet-atlet nasional bahkan internasional yang mengharumkan nama daerah,” tegasnya.
Selain itu, ia mengapresiasi kontribusi 17 perguruan karate yang aktif di Kaltim, para wasit, serta dukungan orang tua atlet yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan pembinaan olahraga bela diri tersebut.
Usai membuka kejuaraan, Wagub Seno Aji menyempatkan diri meninjau area pembangunan Gedung FORKI Kaltim yang berlokasi di kompleks GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda. Didampingi sejumlah pejabat dan pengurus FORKI, ia melihat langsung progres awal pembangunan serta menyampaikan harapan agar pengerjaan bisa selesai tepat waktu.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma, menambahkan pembangunan gedung tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana olahraga, sekaligus membuka peluang pengembangan sport industri di Kaltim.
“Fasilitas yang dibangun tidak hanya untuk pembinaan atlet karate, tapi akan dilengkapi tribun penonton dan ruang-ruang pendukung. Konsepnya ke depan, olahraga bela diri juga bisa menjadi bagian dari sport industri. Kalau sepak bola dan basket sudah lebih dulu, kini karate dan cabang bela diri lain juga akan punya ruang,” jelas Agus.
Menurutnya kehadiran Gedung FORKI akan membawa dampak ganda. Selain mendorong prestasi atlet, keberadaannya dapat menghidupkan sektor UMKM karena kegiatan olahraga akan menghadirkan perputaran ekonomi di sekitar lokasi.
“Ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga ekosistemnya. Dengan adanya turnamen rutin, masyarakat ikut terlibat dan ekonomi lokal bergerak. Pemerintah akan terus mendukung agar karate Kaltim semakin maju,” pungkas Agus.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





