Coretan dan Bekas Oli Masih Kotori Pagar DPRD Kaltim Sisa Aksi Demonstrasi

SAMARINDA – Aksi demonstrasi yang berlangsung, Senin (1/9/ 2025) di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, meninggalkan jejak yang kurang sedap. Pagar kantor dewan dipenuhi coretan dengan kata-kata yang tidak pantas bahkan dinilai tidak mendidik apabila terbaca oleh anak-anak yang melintas.

Tidak hanya itu, pagar-pagar besi DPRD Kaltim masih berlumuran gemuk oli yang sengaja dioleskan agar para demonstran tidak bisa memanjat pagar gedung tersebut. Telah memasuki hari ke lima setelah aksi, kondisi pagar masih dibiarkan kotor tanpa ada upaya pembersihan sama sekali. Coretan dan noda oli menempel membuat tampilan gedung dewan terlihat kusam dan tidak terawat.

Kerusakan akibat aksi terbilang cukup signifikan. Dari sembilan unit CCTV yang terpasang di sekitar area DPRD, empat di antaranya rusak dan perlu diganti. Hal ini menambah beban perbaikan fasilitas gedung yang terdampak unjuk rasa.

Terkait coretan dan noda oli di pagar DPRD Kaltim, Seno Aji, menyebut pihak Sekretariat Dewan akan segera melakukan pengecekan dan pembersihan. Meski begitu, dirinya mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam penanganannya.

“Ya tentu akan dibersihkan, nanti pihak Sekretariat Dewan yang mengecek kembali. Karena anggaran daerah juga punya banyak prioritas, jadi perbaikan soal itu mungkin minor sifatnya. Tapi tetap kita minta segera ditangani,” jelasnya.

Dengan kejadian tersebut, Wagub Kaltim berharap aksi-aksi demonstrasi di Kaltim ke depan bisa lebih beradab, tidak meninggalkan kerusakan maupun jejak negatif pada fasilitas publik.

Seno Aji menegaskan unjuk rasa adalah bagian dari demokrasi yang dijamin undang-undang. Namun, ia berharap penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan tertib tanpa merusak fasilitas umum.

“Ya, kalau demo itu ‘kan bagian dari demokrasi Indonesia yang dijamin undang-undang. Setelah demo, harapan kita semua kembali bersatu, saling memaafkan, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan baik lagi. Demo jangan dijadikan ajang perusakan,” ujar Seno Aji.

Ia menambahkan kondisi Kaltim tetap kondusif meski sempat diwarnai aksi massa. Pemprov pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang menjaga keamanan dan ketertiban.

Sementara itu, biaya perawatan pagar DPRD mungkin membutuhkan biaya yang besar, namun 2025 tidak ada alokasi anggaran pengecatan ulang pagar tersebut, padahal kondisi pagar pasca aksi 1 September penuh coretan berupa tulisan kata-kata negatif.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan saat ini tidak ada alokasi dana untuk pengecatan pagar pasca demo. Menurutnya, paling jauh hanya akan dibuat diperbaiki sebisanya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI