SAMARINDA – Program Gratispol, salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dipastikan tetap menjadi prioritas utama meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Kesekretariatan (Kesra Setda) Pemprov Kaltim, Dasmiah, saat ditemui usai rapat bersama DPRD Kaltim. Dirinya menegaskan hingga saat ini alokasi anggaran untuk Gratispol belum terganggu oleh kebijakan efisiensi.
“Gratispol ini tetap program prioritas. Insya Allah anggarannya tidak terganggu, karena Gubernur menekankan program ini sebagai prioritas utama meskipun ada efisiensi,” ujarnya.
Dasmiah menyebutkan program Gratispol yang menyasar bidang pendidikan dan kesehatan sudah berjalan dengan baik. Untuk perguruan tinggi negeri (PTN), pelaksanaan sudah selesai dan kini bergeser ke perguruan tinggi swasta (PTS).
Menurutnya komitmen Gubernur menunjukkan kepedulian tinggi terhadap sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat.
“Artinya Gubernur kita sangat peduli dengan pendidikan dan kesehatan. Semoga program ini berjalan lancar ke depannya,” jelasnya.
Meski ada prediksi efisiensi anggaran hingga 75 persen tahun depan, Dasmiah menekankan mitigasi (penanganan) sudah disiapkan pemerintah daerah agar program prioritas tetap berjalan.
“Jangan bicara kemungkinan dulu. Mitigasinya ‘kan sudah jelas. Nah, saat ini kan mitigasi sudah ada. Jangan berbicara yang sudah kita mitigasikan dengan baik,” tegasnya.
Di sisi lain, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, mengatakan program Gratispol akan tetap berjalan. Hal ini sudah dipastikan sejalan dengan komitmen dari Pemprov.
“Artinya begini ya, kita visi misi Pak Gubernur harus tetap jalan karena itu adalah bagian program beliau dalam masa kampanye. Menjadi miris sekali apabila kemudian program unggulan beliau tidak terealisasi. Artinya ‘kan mereka berarti hanya omong kosong,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.
Pewarta: K Irul Umam
Editor: Yahya Yabo





