SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pariwisata menggelar Malam Anugerah Jambore Desa/Kampung Wisata 2025 di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Kamis (11/9/2025) malam. Acara tersebut menjadi pembuka rangkaian Jambore Desa Wisata yang dilaksanakan pada 11 September hingga 13 September 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan jambore desa wisata merupakan agenda tahunan untuk memperkuat peran desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Jambore Desa Wisata menjadi ajang silaturahmi, berbagi pengetahuan, pengalaman, sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan desa wisata di Kalimantan Timur. Tahun depan kami berharap bisa terlaksana lebih baik dan inovatif,” ujar Ririn.
Kegiatan didasari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, sekaligus implementasi program unggulan Pemprov Kaltim yakni pengembangan wisata dan budaya berbasis desa.
Jambore yang berlangsung selama tiga hari itu diisi dengan welcome dinner, workshop, diskusi, orientasi lapangan di Bukit Bangkirai, Kutai Kartanegara, hingga penyerahan penghargaan desa wisata terbaik. Total peserta mencapai 50 orang, terdiri dari perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Dinas Pariwisata kabupaten/kota, narasumber, dan fasilitator.
Dalam malam anugerah, sejumlah desa wisata dari 10 kabupaten/kota di Kaltim berhasil meraih penghargaan dari lima kategori yakni;
1. Kategori Buatan: Desa Wisata Sukamaju (Kutai Timur).
2. Kategori Budaya: Kampung Wisata Ketupat (Samarinda).
3. Kategori Kolaboratif: Desa Wisata Wonosari (Penajam Paser Utara).
Kategori Utama:
1. Juara I: Desa Wisata Pringgondani (Balikpapan)
2. Juara II: Kampung Wisata Bontang Baru Bersinar (Kota Bontang)
3. Juara III: Desa Wisata Tanjung Batu (Berau)
Dewan juri berasal dari unsur akademisi, praktisi, dan asosiasi pariwisata.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menekankan pentingnya desa wisata sebagai pendorong ekonomi baru.
“Bayangkan, sebentar lagi Ibu Kota Negara (IKN) akan beroperasi dan ratusan ribu pendatang membutuhkan destinasi wisata. Desa wisata di Kaltim harus siap menjadi pilihan utama mereka,” ungkapnya.
Menurutnya potensi wisata Kaltim tidak kalah dengan Bali karena memiliki kekayaan alam, budaya, hingga ekowisata yang unik. “Desa wisata inilah yang nantinya bisa menggerakkan ekonomi lokal, memberdayakan masyarakat, dan memperkuat identitas daerah,” tambahnya.
Kegiatan Jambore Desa Wisata 2025 sepenuhnya didanai dari APBD Provinsi Kaltim melalui DPA Dinas Pariwisata bidang pengembangan destinasi dan industri pariwisata. Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut diharapkan lahir inovasi baru, kolaborasi yang lebih kuat, serta semakin banyak desa wisata di Kaltim yang berkembang menjadi destinasi unggulan berkelanjutan.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





