TENGGARONG – Tantangan ketersediaan air bersih masih menghantui desa-desa pesisir Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah daerah kini menerapkan strategi khusus dengan menyesuaikan solusi berdasarkan karakteristik masing-masing desa agar hasilnya lebih efektif.
Camat Anggana, Rendra Abadi, menegaskan pentingnya pendekatan berbeda sesuai kondisi geografis.
“Setiap desa punya karakter dan tantangan masing-masing. Penanganannya harus menyesuaikan kondisi lokal,” terangnya, Selasa (9/9/2025).
Salah satu desa yang menjadi prioritas adalah Sepatin. Pemkab Kukar telah mengalokasikan Rp5 miliar untuk membangun fasilitas air bersih berupa tandon, jaringan pipa, hingga sambungan rumah tangga. Proyek tersebut diharapkan segera menjawab kebutuhan mendesak warga setempat.
Sementara itu, desa lain seperti Tani Baru dan Muara Pantuan masih dalam tahap survei potensi sumber air. Kajian tersebut akan menentukan perencanaan teknis pembangunan, sehingga anggaran bisa digunakan tepat sasaran.
Rendra menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan fasilitas.
“Kalau warga tidak merawat, berapa pun dana yang dikeluarkan tidak akan cukup untuk membuatnya bertahan lama,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah kecamatan gencar melakukan edukasi pola hidup bersih, sanitasi layak, dan hemat air. Kegiatan sosialisasi melibatkan kader desa dan tokoh masyarakat agar pesan lebih mudah diterima warga.
Dengan pola kolaboratif ini, Pemkab Kukar berharap persoalan air bersih di pesisir Anggana bisa segera teratasi.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang wajib diakses seluruh warga,” pungkas Rendra. (adv)
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





