SAMARINDA – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) bersama instansi pendidikan membawa kabar baik bagi guru honorer SMA/SMK swasta. Insentif mereka diproyeksikan naik 50 persen, dari sebelumnya Rp1 juta menjadi Rp1,5 juta per bulan.
RDP yang digelar Senin pagi (25/7/2025) di Gedung E Lantai 1 DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda itu membahas pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) serta kesejahteraan guru honorer swasta.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, menjelaskan kenaikan insentif tersebut merupakan usulan pihaknya agar tidak ada kesenjangan antara guru negeri dan swasta. Meski demikian, ia mengakui angka kenaikan belum sesuai dengan usulan awal sebesar Rp2,5 juta.
“Kita sesuai juknis soal persentasenya. Supaya presentasenya dinaikkan atau mendapat biaya khusus untuk guru swasta, kita sekadar mengusulkan. Tergantung kemampuan keuangan kita juga,” ujar H. Baba usai RDP.
Ia menegaskan pihaknya akan mengawal agar kenaikan 50 persen insentif itu bisa terealisasi.
Ketua Dewan Pendidikan Kaltim, Adjrin, juga berharap kenaikan ini dapat terealisasi mulai Anggaran Perubahan 2025.
“Mudah-mudahan doa bersama untuk teman-teman guru swasta, naik Rp500 ribu,” ucapnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim menyambut positif rencana tersebut, sejalan dengan harapan Gubernur Kaltim. Namun proses penganggaran tetap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. (ADV/DPRDKALTIM)





