TENGGARONG – Kawasan bantaran Sungai Tenggarong di Kelurahan Loa Ipuh masih menyimpan pekerjaan rumah besar seperti penataan lingkungan kumuh.
Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, menegaskan masalah tersebut tidak bisa diselesaikan hanya di level kelurahan, tetapi memerlukan sinergi hingga ke tingkat kabupaten.
“PR kelurahan, kecamatan, maupun pemerintah kabupaten saat ini adalah bagaimana sesegera mungkin merapikan kawasan kumuh di sepanjang bantaran sungai. Karena kawasan tersebut menjadi salah satu indikator kenapa Kelurahan Loa Ipuh masuk kategori miskin,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Erri menyoroti buruknya kondisi sanitasi yang jauh dari standar kesehatan. Ia menilai lingkungan kumuh berpotensi memicu persoalan sosial sekaligus memperburuk kualitas hidup warga.
“Kami berharap pemerintah kabupaten bisa terus membantu warga yang benar-benar masuk dalam data kemiskinan agar taraf hidup mereka meningkat. Penataan lingkungan dan perbaikan sanitasi sangat penting untuk mengubah kondisi ini,” tegasnya.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Erri menyebut angka kemiskinan di Loa Ipuh mulai menunjukkan tren menurun. Hal ini dipengaruhi pembaruan data yang lebih valid serta peran RT dalam menyeleksi kategori warga miskin secara lebih tepat.
Bagi Erri, keberlanjutan penurunan angka kemiskinan tak hanya bergantung pada intervensi infrastruktur, tetapi perubahan pola pikir masyarakat.
“Kami terus mengedukasi warga agar tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Mindset harus diubah, bahwa kita bukan masyarakat miskin hanya karena meminta bantuan,” pungkasnya. (adv)
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





