TENGGARONG – Warga Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), menaruh harapan besar pada program semenisasi jalan yang direncanakan tahun 2025. Infrastruktur jalan dianggap sebagai kebutuhan mendesak untuk menunjang aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat.
Camat Muara Muntai, Mulyadi, menegaskan pembenahan infrastruktur akan difokuskan pada lima desa inti yang menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi, yakni Desa Kayu Batu, Muara Muntai Ilir, Muara Muntai Ulu, Rebaq Rinding, dan Desa Batu.
“Pembenahan infrastruktur jadi prioritas kita, terutama penyelesaian jalan di lima desa utama,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).
Mulyadi mengakui masih banyak titik jalan yang belum tersentuh semenisasi. Sebagian besar ruas jalan masih menggunakan papan ulin yang kini kian rapuh akibat intensitas kendaraan warga.
“Masih ada spot-spot yang belum disemenisasi, masih pakai papan ulin. Masyarakat ingin mobil bisa parkir langsung di depan rumah,” jelasnya.
Meski akses antar-desa sudah tersedia, kondisinya dinilai belum ideal karena pengendara harus melaju dengan sangat hati-hati.
“Sebenarnya sudah bisa menyeberang dari Kayu Batu ke desa-desa, tapi harus pelan-pelan. Kondisinya belum maksimal,” katanya.
Lebih dari sekadar kenyamanan, Mulyadi menekankan kualitas jalan sangat vital untuk distribusi hasil bumi dan barang dagangan.
“Kalau jalannya rusak atau belum semenisasi, itu jelas menghambat perputaran ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah kecamatan, kata Mulyadi, telah menyampaikan usulan melalui forum lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia berharap Dinas PU Kukar segera menindaklanjuti agar pembangunan jalan bisa masuk skala prioritas tahun depan.
“Kami sudah koordinasi dengan OPD terkait, dan kami harap jalan ini masuk skala prioritas pembangunan,” pungkasnya. (adv)
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





