SAMARINDA – Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Yenni Eviliana, menyatakan dukungannya terhadap program transmigrasi di Kabupaten Paser. Namun ia menegaskan agar pelaksanaan program tersebut lebih mengutamakan masyarakat lokal dibandingkan pihak dari luar daerah.
“Kalau memang bisa dimanfaatkan untuk orang lokal, tanah mereka yang pelihara, dipergunakan dengan baik dan benar untuk peningkatan ekonomi warga kita, kenapa harus yang dari luar?” ujar Yenni saat diwawancarai di Gedung E DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar.
Menurutnya, program transmigrasi sejatinya bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus membantu pemerataan penduduk. Meski begitu, ia mengingatkan pemerintah agar benar-benar memastikan lahan yang diberikan tidak hanya dimiliki tanpa dikelola secara produktif.
“Yang ditakutkan itu kan kalau tanah cuma sekadar dimiliki tapi tidak dimanfaatkan. Bahkan bisa jadi diperjualbelikan. Itu yang harus diantisipasi,” lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Yenni juga menekankan pentingnya sosialisasi yang lebih masif agar tujuan program transmigrasi dapat dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat. Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap harus berpegang pada aturan dan regulasi yang berlaku dalam pelaksanaannya.
“Ini bukan kerajaan. Semua harus sesuai aturan. Kalau untuk lokal, memang itu yang diprioritaskan,” tegasnya.
Program transmigrasi di Paser diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga lokal, selaras dengan kebijakan pemerataan pembangunan di Kalimantan Timur. (ADV)





