SAMARINDA – Ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda, mulai dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), Jabatan Administrator (JA), Jabatan Fungsional (JF), Kepala Puskesmas, hingga Kepala Sekolah (Kepsek) resmi dilantik dan diambil sumpah janjinya di Gelanggang Olahraga (GOR) Segiri Samarinda, Senin (29/9/2025).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan pesan kuat kepada para pejabat yang baru dilantik. Dirinya menekankan tanggung jawab utama mereka sebagai pejabat publik adalah pelayanan publik yang optimal.
Wali Kota Andi Harun menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk bahu-membahu membenahi sektor-sektor pelayanan publik yang masih lemah. Sektor-sektor yang menjadi sorotan meliputi pendidikan, kesehatan, air bersih, layanan administrasi, perizinan, dan lain-lain.
“Pelayanan publik yang optimal hanya bisa terwujud kalau para pejabatnya memiliki modal integritas dan profesionalisme,” tegas Andi Harun.
Dalam urusan integritas, Wali Kota Samarinda secara blak-blakan menyoroti bahaya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Ia mengingatkan sudah banyak institusi seperti KPK, kepolisian, dan kejaksaan yang memberikan perhatian kuat untuk menjauhi praktik tersebut.
“Keinginan kita harus kita tegak. Kita mengusahakan sesuatu yang benar-benar kita butuhkan. Jangan melampaui pendapatan kita, jangan mau kaya secara instan,” ujarnya.
Ia secara khusus meminta para pejabat untuk tidak bermain-main di wilayah seperti pengadaan barang dan jasa, dana yang seharusnya untuk memperkuat pelayanan publik. Kolusi, serta area mempersulit pelayanan perizinan dan investasi.
Sebaliknya, ia mendorong para pejabat untuk memperkuat peran mereka agar manfaat ekonomi yang besar dapat dirasakan oleh seluruh kota dan warganya.
Pilar kedua yang ditekankan adalah profesionalisme. Wali Kota Andi Harun mengingatkan dunia terus berubah dan membutuhkan ‘the right man on the right job’ orang-orang yang ahli dan memahami bidangnya masing-masing.
Profesionalisme tersebut harus diimplementasikan dalam pelayanan publik melalui inovasi dan teknologi. Ia membuka ruang bagi para pejabat untuk belajar, mengikuti pelatihan, bahkan melakukan replikasi terhadap inovasi yang telah sukses di daerah lain.
Pada akhir arahannya, Andi Harun menyampaikan kinerja para pejabat akan dievaluasi secara ketat.
“Satu tahun kemudian, kami akan evaluasi. Apakah kehadiran mereka di institusinya telah berdampak? Berdampak pada individu maupun organisasi, lebih-lebih berdampak pada pelayanan publik kita,” jelasnya.
Para pejabat diberikan waktu dua bulan untuk orientasi dan penyesuaian dengan timnya. Pada bulan ketiga, mereka diinstruksikan untuk mulai ‘tancap gas’ namun dengan catatan.
Mengutip istilah orang Banjar, Andi Harun mengingatkan dengan kata-kata. “Gasnya harus beringat (hati-hati) supaya kita bisa finish di waktu yang tepat tapi tidak merugikan pemerintahan daerah dan masyarakat, karena kita bergerak sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” sebutnya.
Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo





