Camat Marangkayu Sebut Bunda PAUD Jadi Garda Terdepan Pendidikan Dini di Kukar

TENGGARONG – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mendapat sorotan penting. Camat Marangkayu, Ambo Dalle, menegaskan peran Bunda PAUD bukan sekadar pendamping simbolis, melainkan garda terdepan dalam membina dan menumbuhkan semangat pendidikan anak di desa dan kelurahan.

Menurut Ambo Dalle, perhatian Pemerintah Kabupaten Kukar terhadap pengembangan PAUD sudah terbangun sejak lama. Berbagai program terus digulirkan agar Bunda PAUD lebih aktif membina lembaga pendidikan di tingkat akar rumput.

“Sejak dulu sudah ada kegiatan untuk memotivasi bunda-bunda PAUD agar lebih semangat membina PAUD. Kini di bawah kepemimpinan Ibu Andi, semangat itu semakin tumbuh, termasuk dukungan dari istri-istri camat dalam membina PAUD di desa dan kelurahan,” katanya, Minggu (21/9/2025).

Ia menegaskan PAUD bukan sekadar pilihan tambahan, melainkan tahap strategis untuk mempersiapkan anak sebelum masuk Sekolah Dasar (SD). Karena itu, ia mendukung penuh arahan Bupati Kukar agar seluruh anak wajib mengikuti pendidikan PAUD.

“Pendidikan anak usia dini itu wajib digalakkan. Sebelum masuk SD, anak-anak harus melalui PAUD. Walaupun kita di kabupaten, kita harus bisa jadi contoh, apalagi kita bagian dari wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN),” tegasnya.

Ambo Dalle menilai Kukar memiliki kelebihan tersendiri dalam pembinaan PAUD. Salah satunya adalah sistem penilaian berjenjang yang dilakukan hingga tingkat kecamatan.

“Di Kukar sudah ada lomba penilaian PAUD mulai juara 1 hingga juara 3. Jadi, ketika ada momen di tingkat provinsi, kita tinggal memberangkatkan pemenang yang sudah siap. Tidak perlu lagi melatih dari awal,” ujarnya.

Lebih jauh, ia berharap agar setiap Bunda PAUD tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan modul dan program kerja unggulan. Dengan begitu, setiap kecamatan di Kukar memiliki kontribusi nyata dalam memperkuat fondasi pendidikan usia dini.

“Semangat ini harus dipertahankan. Setiap Bunda PAUD perlu membuat program kerja dan modul unggulan agar wilayahnya bisa memberi kontribusi nyata,” sebutnya. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI