DPRD Kukar Dorong Pemerataan Sarpras Sekolah, Disdikbud Minta Waktu untuk Perbaikan

TENGGARONG – Keterbatasan Sarana dan Prasarana (Sarpras) pendidikan dasar di Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi pekerjaan rumah besar. Luasnya wilayah dengan kondisi geografis yang beragam membuat pemenuhan kebutuhan sekolah, khususnya di daerah terpencil, tidak bisa merata dalam waktu singkat.

Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Muhammad Idham, menegaskan pemerintah daerah harus hadir memastikan setiap anak mendapat hak belajar di ruang kelas yang layak. Ia menyoroti masih banyak sekolah yang membutuhkan bantuan, baik untuk ruang kelas, WC, maupun fasilitas pendukung lainnya.

“Masih banyak sekolah yang membutuhkan bantuan pembangunan ruang kelas dan WC, seperti di Anggana, Muara Kaman, dan Loa Kulu,” ujarnya, Kamis (24/9/2025).

Idham menilai pemerataan pembangunan Sarpras sekolah mutlak dilakukan agar anak-anak di daerah pesisir, hulu, maupun tengah bisa belajar dengan kondisi yang nyaman.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pendidikan SD Disdikbud Kukar, Ahmad Nurkhalis, menyebut pihaknya terus mengupayakan pemenuhan Sarpras meski harus dilakukan bertahap. Keterbatasan anggaran membuat prioritas ditetapkan sesuai kebutuhan mendesak.

“Kami sudah memberikan bantuan bagi sekolah yang ada di beberapa daerah yang terpencil, dengan cara bertahap agar bisa menyeluruh di setiap kecamatan,” jelasnya, Kamis (25/9/2025).

Contohnya, SDN 017 Tanjung Berukang Anggana sudah mendapat bantuan panel surya untuk kebutuhan listrik, dan tahun ini bangunan sekolah akan ditinggikan agar lebih aman dari banjir. Sementara SDN 022 Anggana mendapat bantuan rumah dinas guru, rehab sekolah, dan perbaikan halaman.

“Perhatian kita tetap ada ke wilayah-wilayah yang susah dijangkau, seperti bantuan solar cell, peninggian lantai, dan rehab, walaupun tidak bisa 6 lokal, 3 lokal dulu,” tambah Nurkhalis.

Sejumlah sekolah di kawasan sungai dan pedalaman masuk daftar prioritas. Di Muara Wis dan Muara Enggelam, Disdikbud merencanakan pengadaan panel surya serta perbaikan bangunan. Sedangkan di Muara Kaman, rehabilitasi SD di Desa Tunjungan dan Nangka Bonah sudah diusulkan.

Tidak ketinggalan di wilayah Tabang, SDN 011 Sungai Lunuk mendapat bantuan rehabilitasi.
“Jadi tiap tahun, tiap kecamatan itu ada perwakilan, tapi karena banyaknya tentu tidak bisa langsung terlihat hasilnya. Masih banyak PR kita untuk menyelesaikan bangunan sekolah ini,” ujarnya. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI