TENGGARONG – Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) benar-benar menyedot perhatian warga. Dalam hitungan kurang dari tiga jam, seluruh bahan pokok yang ditawarkan ludes terjual, Sabtu (27/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Disperindag ini merupakan rangkaian memeriahkan Erau Adat Kutai 2025. Sejak pukul 08.30 Wita, warga sudah mengantre demi mendapatkan sembako murah. Paket yang dijual antara lain beras, telur, bawang, gula, minyak goreng, hingga tepung dengan harga lebih rendah dari pasaran.
Sejumlah bahan pokok jadi incaran utama, seperti beras SPHP Rp57.000 per 5 kg, Setra Ramos Rp76.000 per 5 kg, Mentik Susu Rp90.000 per 5 kg, telur Rp55.000 per piring, minyak goreng Rp15.700 per liter, hingga bawang putih Rp30.000 per kg.
Perwakilan Disperindag Kukar, Maryati, menyebut kerja sama dengan Bulog Samarinda serta pemasok telur dan bawang dari Tenggarong menjadi kunci kelancaran GPM. Namun tingginya minat warga membuat stok cepat habis.
“Masyarakat sangat antusias dengan adanya GPM ini, walaupun yang kami sediakan tidak banyak tapi masyarakat terbantu. Dan kami adakan kegiatan ini untuk memeriahkan Erau 2025,” jelas Maryati.
Ia menambahkan banyak warga yang datang agak siang terpaksa pulang dengan tangan kosong karena barang sudah habis lebih dulu.
Salah satu pengunjung, Sakinah, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini. Menurutnya, selisih harga dengan pasar cukup jauh sehingga meringankan beban belanja keluarga.
“Saya membeli beberapa bahan pokok, seperti beras SPHP, telur, dan bawang merah dan bawang putih. Terima kasih kepada Disperindag yang telah mengadakan kegiatan ini, semoga bisa rutin dilaksanakan ke depannya,” ungkapnya.
Harapan serupa juga disampaikan banyak warga lain. Mereka menilai GPM seharusnya tidak hanya digelar saat momen khusus seperti Erau, tetapi bisa dijadwalkan seminggu sekali agar benar-benar menjadi solusi menghadapi tingginya harga bahan pokok.
Dengan antusiasme besar dari masyarakat, pelaksanaan GPM menjadi bukti nyata kebutuhan pangan murah masih sangat dibutuhkan warga Kukar. Kini warga menanti konsistensi pemerintah untuk menjadikannya program berkelanjutan. (adv)
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





